TIGA EFISIENSI BISNIS MENAMBAH PROFIT TIGA EFISIENSI BISNIS MENAMBAH PROFIT - SUARA HARIAN OTO BEMO BERODA TIGA
Suara Harian Oto Bemo Beroda Tiga

Komunikasi, Media Ilmu & Pengetahuan Umum Blogging

Langsung ke konten utama

"OTO BEMO.. OTO BEMO.. BERODA TIGA .. TEMPAT BERHENTI.. DITENGAH TENGAH KOTA..PANGGIL NONA..PANGGIL NONA..NAIK KERETA..NONA BILANG..TIDAK PUNYA UANG.. JALAN KAKI SAJA"

TIGA EFISIENSI BISNIS MENAMBAH PROFIT

Selama ini Bisnis Owner masih beranggapan bahwa melakukan efisiensi harus memangkas biaya. Semua pengeluaran perusahaan harus dipotong: biaya pegawai dipotong, gaji dipotong atau bahkan mesin dijual. Namun, pada kenyataannya ketika Bisnis Owner melakukan hal tersebut, justru membuat program efisiensi tidak berjalan dengan baik bahkan gagal.

Nah, karena itu dalam artikel ini kita akan membahas bagaimana melakukan Efisiensi Bisnis yang tepat guna, sehingga perusahaan dapat berhemat sekaligus bertumbuh. Metode ini sudah menjadi best practice di dunia management, terutama di korporasi internasional, namun masih belum banyak dipraktikkan di segmen small medium enterprise (SME).

Situasi Bisnis Saat ini
Dari dulu hingga sekarang, sudah menjadi kepastian bahwa kompetisi semakin lama pasti semakin ketat, sekarang jamannya VUCA, customer semakin lama semakin cerewet, dulu perusahaan bisa menaikkan harga dengan mudah untuk meningkatkan profit, sekarang tidak segampang itu.

Jika sebuah perusahaan memiliki produk atau layanan yang awalnya merupakan produk dan layanan inovatif, dengan semakin banyaknya kompetisi berangsur berubah menjadi komoditi. Intinya adalah semua perusahaan DIPAKSA oleh situasi untuk:

Memberikan produk atau layanan yang semakin tinggi kualitasnya alias reliabel,
Dituntut untuk memberikan produk atau layanan yang diminta tersebut dengan cepat, dan Pada saat bersamaan, agar tetap survive, perusahaan harus menekan biaya serendah mungkin dan seefisien mungkin.
Karena itu, dengan efisiensi yang tepat, perusahaan tidak akan melakukan asal potong biaya begitu saja, tapi perlu mempertimbangkan aspek-aspek penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan perusahaan.

Paradigma Lama VS Baru dalam Efisiensi
Hingga sekarang masih banyak pemilik perusahaan yang masih memiliki paradigma lama bahwa: Kalau kualitas mau dinaikkan, maka akan berimbas ke biaya yang naik, kalau kecepatan produk atau layanan ditingkatkan maka akan berimbas ke kualitas yang menurun, dan kalau kecepatan produk atau layanan ditingkatkan, bisa berimbas juga terhadap biaya yang naik.

Intinya adalah selalu ada pertentangan atau lingkaran setan yang membingungkan yang selama ini selalu bertentangan satu sama lain antara kualitas, kecepatan, dan biaya. Gawatnya, customer semakin ke sini semakin menuntut harga yang murah, maunya cepat, tapi juga kualitas bagus. Bagaimana perusahaan bisa menyikapi ini?

Cara satu-satunya adalah dengan memiliki paradigma baru dalam efisiensi, bahwa: “Efisiensi yang tepat adalah efisiensi yang TIDAK MENGORBANKAN KUALITAS, KECEPATAN, dan BIAYA.” Dengan kata lain, efisiensi yang tepat adalah efisiensi yang dapat mendeliver value pelanggan dengan sempurna dengan resource yang tersedikit.

Caranya bagaimana? Dengan melakukan identifikasi yang benar ke luar dan ke dalam, yakni: ke customer, dan ke bisnis. So, jika Anda ingin melakukan efisiensi yang tepat guna, maka harus dilakukan identifikasi apa yang penting bagi perusahaan di dua aspek:

Di ekonomi yang sedang lesu, apa yang penting bagi pelanggan dan perusahaan
Pada saat ekonomi sudah bergairah lagi, apa saja yang penting bagi perusahaan untuk ikut mengikuti momentum itu.
Saat sudah memahami apa yang penting bagi pelanggan yang disebut value add dan perusahaan yang disebut value enabler, maka kita akan dapat mengidentifikasi sumber pemborosan di perusahaan, baik di proses inti maupun proses pendukung DENGAN TEPAT. Apapun yang tidak sejalan dengan apa yang penting bagi pelanggan maupun perusahaan berarti pemborosan.

Mengenal Jenis Pemborosan
Jika tidak mau susah susah melakukan analisa nilai (value analysis) ada cara singkat untuk mengidentifikasi pemborosan di perusahaan yakni DOWNTIME. Kesemua pemborosan tersebut dapat kita pilah lagi menjadi beberapa kategori, yakni:

Pemborosan di Process. Misal: rework, waiting, not utilized people, motion, excessive process.
Pemborosan di Place (infrastruktur). Misal: Transportation: layout yang tidak sesuai alur proses, gedung yang terpisah-pisah, asset yang tidak terutilisasi ke return (banyak ruang kosong, dll).

Pemborosan di Policy (kebijakan). Misal: inventory, overproduksi.
Pemborosan di Product. Misal: Defect, atau ada elemen atau part produk yang tidak bermanfaat bagi pelanggan maupun branding perusahaan. Misal: plastic belanja di retail yang super warna-warni.
Pemborosan di Struktur organisasi: ada bagian-bagian yang tidak mendukung proses bisnis. Misal jabatan yang diada-adakan, atau struktur yang malah menghambat alur proses, atau struktur pekerjaan yang overlap satu bagian dengan bagian lain (redundan).
Pemborosan di Promotion. Misal: aktivitas sales marketing yang tidak menambah edukasi yang konsisten pada calon prospek, atau conversion rate yang rendah.
Nah, dari jenis pemborosan tersebut, saya akan jelaskan beberapa hal penting yang harus dihindari oleh Bisnis Owner dalam melakukan program efisiensi. Yakni;

1# Menghitung Kapasitas
Sebetulnya kalau saya punya bisnis, misalnya perbankan, manufacturing atau saya punya bisnis distribusi. Berapa saya butuh pegawai? Tentu berdasarkan kapasitas yang saya miliki, atau berdasarkan target yang saya miliki. Ada workload analisisnya.

Perusahaan yang tidak menghitung kapasitas dengan baik, biasanya menggunakan sumberdaya manusia atau menggunakan peralatan melebihi kapasitasnya (burden atau over load). Seperti, karyawan bekerja melebihi jam. Padahal, hal tersebut dapat berakibat pada risiko kesehatan, keselamatan kerja dan resiko hukum. Jadi jangan bangga kalau karyawan kita biasa kerja 12 jam setiap hari. Lama lama bisa gawat. Dan itu artinya, ada yang salah dengan aktivitas bisnis kita kalau seperti itu.

Contoh lain misalnya: kita bangga kalau kita sudah berhasil memodifikasi angkutan barang produksi kita yang kapasitas awalnya 10 ton jadi 20 ton… Bisa kecelakaan di jalan lho! Dan akibatnya jadi ke mana mana.

Nah, terjadinya inefisiensi bisnis mungkin pada awalnya kita sudah menganggap hal itu biasa, padahal itu adalah pemborosan. Karena tidak menyadari maka kita melakukannya terus-menerus dan karena kita melakukan terus-menerus bahkan bertahun-tahun, maka pada saat financial report, “loh, kok profit saya kecil?” Ternyata kita sudah melakukan pemborosan-pemborosan yang tidak sadar sejak lama.

2# Inventory
Inventory, alias stok. Ia merupakan penumpukan barang yang tidak dibutuhkan atau mungkin berlebihan. Penumpukan barang misalnya, saya menumpuk finished good, menumpuk romety reals atau bisa jadi karyawan numpuk pekerjaan yang ditunda, menumpuk pekerjaan karena tidak bisa diputuskan: customernya kurang informasi, kurang data, kurang berkas, numpuk semua dan itu adalah inventory.

Terjadinya inventory ini salah satunya diakibatkan oleh sistemasi bisnis yang tidak berjalan. Akibatnya banyak pegawai atau bahkan Bisnis Owner lalai dalam membuat pekerjaan lebih efektif.

Coba lihat gudang Anda, berapa banyak material yang numpuk banyak yang slow moving, bahkan deadstock. Itu mematikan cashflow kita. Dalam prinsip efisiensi, stok harus pas, tidak boleh kurang juga tidak boleh lebih. Lebih mengganggu cashflow, kurang mengganggu operasional.

So, saran saya adalah jangan melakukan inventory dalam bisnis. Selesaikan pekerjaan dan manfaatkan barang seefektif dan seefisien mungkin.

3# Motion
Motion merupakan gerakan-gerakan yang tidak perlu. Jika transport membawa barang-barang (bisa material atau dokumen) dari satu tempat ke tempat lain, maka motion ini adalah gerakan manusianya (tanpa material atau dokumen).

Coba seberapa sering kita dalam melakukan pekerjaan mencari dokumen, mencari file, nyariin barang, nyariin spidol, nyariin atasan, nyariin bawahan. Itu semua sifatnya motion dan membutuhkan gerakan.

Nah, yang namanya mencari-cari jelas apapun gerakannya adalah TIDAK PENTING. Menghabiskan waktu…menghabiskan tenaga….ujung-ujungnya karyawan tidak produktif karena kerjanya lambat, karena sering nyari hal-hal yang dibutuhkan untuk menjalankan operasional. Masuk akal?

So, dengan melakukan efisiensi tepat guna maka rata-rata perusahaan dapat menurunkan biaya produksi 20-30%, output produksi juga meningkat 2-4 kali lipat dengan sumber daya yang sama, menghilangkan waktu lembur, utilisasi asset lebih optimal dan moral karyawan semakin tinggi karena justru mereka dibantu untuk menghasilkan produk atau layanan secara lebih mudah, cepat, dengan kualitas tinggi.

Inilah Efisiensi Bisnis yang harus dilakukan secara tepat agar nantinya tidak menghambat kinerja dan mempengaruhi produktifitas bisnis. Melakukan Efisiensi Bisnis, justru bisa mempercepat roda bisnis, membuat bisnis bisa lari lebih kencang.

Bayangkan ada dua binatang: ada gajah dan ada citah. Kalau gajah lambat karena gendut. Tapi kalau Citah itu ramping, dia bisa lari sangat kencang, bahkan binatang darat yang larinya paling cepat ya Citah. Kenapa? Karena dia “ramping”. Nah, bisnis Anda pun harus ramping. Kalau bisnisnya gendut, mau lari dan mau gerak susah, maka kita akan selalu ketinggalan oleh kompetitor kita.

Teknik efisiensi dengan paradigma baru tersebut sangat applicable diterapkan berbagai jenis industri baik tingkat korporasi maupun SME: manufaktur, pertambangan dan energy, lembaga keuangan, rumah sakit, bahkan Hotel sekalipun.

Metodologi Efficiency Mastery secara garis besar dibagi menjadi beberapa langkah besar yakni:

Mengidentifikasi apa yang penting untuk hemat dan pertumbuhan dipandang dare kacamata pelanggan
Mengidentifikasi pemborosan saat ini
Melakukan streamlining (eliminasi, reduksi, kombinasi, divisi)
Memonitor hasil streamline ke laporan keuangan (thd P/L, terhadap Balance Sheet, dan Cashflow). Baca Juga : Bongkar-rahasia-bisnis-sukses


Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Komentar

POPULAR POST

MENILAI SEBUAH PRISTIWA JANGAN LEBAY

Setiap melihat dan menilai sebuah peristiwa, apakah dalam peristiwa itu membuat rasa spiritual dan rasa cinta kita kepadaNya bertambah? Ataukah justru kebencian dan dosa kita yang bertambah? Bagiku Basuki Tjahaya dan Habib Riziek adalah guru kehidupan sebagai pelajaran bagi diri kita dalam perjalanan kedalam diri. Mengapa kita sangat membenci salah satunya? bukankah keduanya diciptakan oleh Tuhan yang kita sembah setiap saat. Mari lihat lebih dalam daripada sekedar perbedaan yang kita ributkan selama ini. Apakah dengan membenci salah satunya kesucian kita akan meningkat? Apakah dengan menghujat seseorang itu artinya kita adalah orang yang lebih suci dari seseorang yang kita hujat? Apakah dengan mengutuk kegelapan, terang akan hadir ? Apakah dengan membenci panas, rasa panas akan hilang ? Apakah marah akan membuat suasana menjadi damai? Jika tidak, mengapa kita tidak belajar dan berlatih dikesempatan dalam peristiwa ini? Belajar mengurangi penghakim...

BERPIKIRAN TERBUKA DAPAT MENGEVALUASI DIRI

Pikiran terbuka menjadi jalan untuk dapat mengevaluasi diri sendiri. Melalui pikiran terbuka, anda mampu untuk menilai diri secara objektif. Pikiran terbuka tidak hanya mampu membuat orang lain sekitar anda bertahan dan merasa nyaman. Sebab, pikiran terbuka juga mendatangkan kebaikan bagi anda di masa mendatang. Berpikiran terbuka termasuk salah satu karakter wirausahawan sukses. Dengan mengembangkan pikiran terbuka, anda dapat mengambil hal positif yang berada di luar diri sendiri. Jika terbiasa berpikir positif, anda akan selalu melihat peluang di setiap kesempatan hidup. Seorang pekerja yang berorientasi sukses akan selalu memiliki pikiran terbuka untuk memunculkan ide-ide kreatif, aplikatif, serta penuh solusi. Berpikir terbuka pada hakikatnya sama dengan berpikir positif. Secara definitif, berfikir terbuka atau open minded  ialah memiliki kemampuan untuk menerima hal atau ide baru dan berbeda dari orang lain. Meskipun gagasan orang lain tampak buruk, dengan pikiran...

NAMUN AKU BUKAN AKU, BUKAN AKU ADALAH AKU

Hmmmm! jangan katakan bahwa aku adalah aku, aku bukan aku, bukan aku adalah aku. Meskipun kau adalah kau dan aku adalah aku. Namun aku bukan aku, bukan aku adalah aku. Batin dan zahirku adalah engkau, aku bukan aku, bukan aku adalah aku. Gaib dan kehadiranku adalah engkau, aku bukan aku, bukan aku adalah aku. #Ghazal Maulana Rumi dalam Divan Syams Tabrizi# Dalam syair diatas, Maulana Rumi ingin menjelaskan ada 'aku' yang palsu dan ada 'aku' yang asli. Namun tidak mudah menafikan 'aku' yang palsu tuk menemukan 'aku yang asli. Karena itu Rumi senantiasa mengulang-ngulangnya; aku bukan aku Bukan aku adalah aku. Aku palsu adalah aku yang senantiasa nampak. aku palsu adalah aku yang senantiasa menunjukkan identitasnya. Namun bukankah aku pasti menunjukkan identitasnya ? Bukankah identitas pasti menunjukkan aku ? Dan juga bukankah jika aku dinafikan bermakna tak ada lagi yang terlihat atau tak ada lagi identitas ? Maulana ingin men...

JANGAN TERLALU MEMBANGGAKAN IBADAHMU

Dari kisah sebelumnya bisa disimpulkan ilmu syareat yang saya pelajari dahulu tidaklah salah.. ilmu syareat itu benar.. hanya syareat tanpa tasawwuf sama saja kosong.. Sholat siang dan malam tapi sering menyakiti dan mendzalimi orang lain padahal Allah berfirman dalam hadits qudsi : “Wahai hamba-Ku, Aku telah mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia sebagai sesuatu yang haram di antara kalian. Karena itu, jangan kalian saling mendzalimi. Wahai hamba-Ku, kalian semua lapar kecuali yang telah  Aku beri makan. Wahai hamba-Ku kalian semua telanjang, kecuali yang Aku beri pakaian. Karena itu, mintalah pakaian kepada-Ku pasti akan Aku beri kalian pakaian. Wahai hamba-Ku, kalian senantiasa berbuat salah siang dan malam, sementara Aku mengampuni semua dosa kalian. Karena itu, mintalah ampunan kepada-Ku pasti Aku mengampuni kalian. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak akan bisa memberikan bahaya kepada-Ku sehingga mencelakakan-Ku dan tidak akan bisa memberikan manfa...

TIPS SEBELUM MEMUTUSKAN PENSIUN DINI

Hampir semua orang orang yang bekerja mendambakan pensiun dini yang sejahtera. Pensiun dini memiliki   keuntungan-keuntungan : 1.      Keuntungan Finansial. Memutuskan untuk pensiun dini, berpotensi mendapatkan uang pesangon yang lebih tinggi karena pada umumnya perusahaan menawarkan pesangon besar untuk banyak menarik minat para karyawannya guna kepentingan kepegawaiannya. 2.      Keuntungan Kesempatan. Pensiun dini memberikan kesempatan untuk memulai usaha baru, sebuah cita-cita banyak karyawan kantoran yang jarang sekali terwujud. 3.      Keuntungan Kesehatan. Pensiun dini juga memberikan manfaat kesehatan karena tidak mengalami stress yang terlalu besar akibat bekerja, kurang tidur, atau kurang waktu berolah-raga. Pertimbangkan sebelum mengambil pensiun Dini : 1. Tentukan Penghasilan Pengganti Setelah Pensiun. Pensiun bukan berakhirnya kehidupan, justru akan memasuki kehidupan babak baru. S...