TEKNIK TEKNIK DALAM KOMUNIKASI TEKNIK TEKNIK DALAM KOMUNIKASI - SUARA HARIAN OTO BEMO BERODA TIGA
Suara Harian Oto Bemo Beroda Tiga

Komunikasi, Media Ilmu & Pengetahuan Umum Blogging

Langsung ke konten utama

"OTO BEMO.. OTO BEMO.. BERODA TIGA .. TEMPAT BERHENTI.. DITENGAH TENGAH KOTA..PANGGIL NONA..PANGGIL NONA..NAIK KERETA..NONA BILANG..TIDAK PUNYA UANG.. JALAN KAKI SAJA"

TEKNIK TEKNIK DALAM KOMUNIKASI

Teknik-Teknik dalam Komunikasi Pendidikan

Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah sebagai makhluk sosial, di antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik. Dalam hubungan seseorang dengan orang lain tentunya terjadinya proses komunikasi itu tentunya tidak terlepas dari tujuan yang menjadi topik atau pokok pembahasan, dan juga untuk tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi atau berita.

Proses komunikasi akan efektif apabila komunikator melakukan perananya, sehingga terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan, di mana gagasangagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan, dan terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat. Selanjutnya bahwa dalam proses komunikasi terbagai dalam dua macam, yang meliputi komunikasi aktif dan komunikasi pasif.


Proses komunikasi akan berjalan dengan baik dan efektif jika ide, gagasan dan informasi dimiliki secara bersama-sama oleh manusia yang terlibat dalam perilaku komunikasi. Begitu juga dengan komunikasi instruksional. Materi pelajaran akan dicerna dengan baik, jika materi yang disampaikan dapat dimaknai sama oleh peserta didik sebagaimana yang dimaksudkan oleh pendidik.

Pendidikan Ilmu Komunikasi pada dasarnya bertolak dari asumsi adanya domain ilmu Komunikasi. Konsekuensinya, pendidikan awal dalam bidang ini adalah mempersoalkan keberadaan disiplin keilmuan Komunikasi. Seluruh bangunan epistemologisnya berdasarkan keyakinan bahwa Ilmu Komunikasi merupakan domain keilmuan. Biasanya upaya untuk menumbuhkan keyakinan ini merupakan beban tugas setiap pengajar Pengantar Ilmu Komunikasi, ibaratnya tugas sebagai penjaga gerbang garba Ilmu Komunikasi. Dari sinilah kemudian eksplorasi keilmuan dalam menghadapi obyek kajian akan berlanjutan.

 A.  PENGERTIAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Proses belajar mengajar merupakan salah satu bentuk komunikasi yaitu komunikasi antara subyek didik dengan pendidik, antara mahasiswa dengan dosen, antara siswa dengan guru. Didalam proses tersebut terdapat pembentukan dan pengalihan  pengetahuan, keterampilan ataupun sikap dan nilai dari komunikator kepada komunikan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam prosesnya komunikasi merupakan suatu proses sosial untuk mentranmisikan atau menyampaikan perasaan atau informasi baik yang berupa ide-ide dalam rangka mempengaruhi orang lain. Agar komunikasi berjalan efektif, komunikator hendaknya mampu mengatur aliran pemberitaan ketiga arah. Bagi setiap orang atau kelompok dalam organisasi hendaknya mungkin untuk berkomunikasi dengan orang lain atau kelompok lain.

Komunikasi itu terbagi menjadi 2 macam komunikasi, yaitu komunikasi aktif dan pasif. Komunikasi aktif merupakan suatu proses komunikasi yang berlangsung  dengan aktif antara komunikator dan komunikan, dimana antara keduanya sama-sama aktif berkomunikasi, sehingga terjadi timbal balik diantara keduanya. Sedangkan komunikasi pasif terjadi dimana komunikator menyampaikan informasi atau ide terhadap komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respon dari proses komunikasi.

Dalam melaksanakan suatu program pendidikan aktifitas menyebarkan, menyampaikan gagasan  dan maksud-maksud ke seluruh organisasi sangat penting. Proses komunikasi dalam menyampaikan suatu tujuan lebih daripada sekedar menyalurkan gagasan secara lisan atau tertulis. Komunikasi lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas daripada secara tertulis.

B.  MANFAAT KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Komunikasi instruksional lebih merupakan sebagai bagian kecil dari komunikasi pendidikan. Ia merupakan proses komunikasi yang dipola dan dirancang secara khusus dengan tujuan untuk mengubah prilaku sasaran atau komunikan ke arah yang lebih baik. Komunikasi pendidikan merupakan komunikasi yang sudah merambah atau menyentuh dunia pendidikan dengan segala aspeknya; dengan kata lain: komunikasi dalam bidang pendidikan. Sasaran atau komunikan di sini maksudnya adalah sekelompok orang, biasanya bersifat homogen, meskipun terkadang juga sedikit heterogen, baik kelompok yang lebih bersifat formal ataupun yang nonformal. Siswa, mahasiswa, peserta pelatihan, peserta penataran, peserta seminar, anggota kelompok tani di desa, anggota kelompok kegiatan arisan di RT/RW ataupun desa, dan juga anggota kelompok pada suatu komunitas tertentu yang tersebar di masyarakat, juga anak-anak kita di rumah, adalah contoh-contoh yang termasuk ke dalam sasaran atau komunikan.

Tujuannya yang ingin dicapai adalah mengubah perilaku sasaran, maka berbagai pendekatan teoretis ataupun praktis tentang perubahan perilaku, yang di dunia komunikasi dan pendidikan dikenal dengan teori belajar, diperkenalkan juga dalam pengkajian materi ini. Gunanya antara lain untuk memudahkan para komunikator, termasuk komunikator pendidikan seperti guru dan pendidik di berbagai tingkatan, instruktur pelatihan, widyaiswara, penyuluh lapangan, mahasiswa komunikasi, mahasiswa pendidikan, dan para praktisi komunikasi lainnya yang akan mengadakan kegiatan komunikasi di lapangan dalam mengenali situasi dan kondisi medan kegiatan yang bersangkutan, termasuk di dalamnya masalah kelompok sasaran yang menjadi subjek komunikasinya. Dengan pengetahuan ini diharapkan kegiatan komunikasi instruksional akan lebih efektif.

Seluruh kegiatan manusia di manapun berada, selalu tersentuh dengan komunikasi, begitu juga dalam dunia pendidikan. Pendidikan tidak dapat berjalan tanpaadanya komunikasi. Dengan kata lain tidak ada perilaku pendidikan yang tidak dilahirkan oleh komunikasi, karena dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dengan peserta didik dan antara pendidik dengan peserta didik. Sudah disebutkan bahwa tidak mungkin mendidik manusia tanpa komunikasi, atau memberi pelajaran tanpa berbicara, jadi proses pendidikan pasti tak terlepas dari komunikasi. Inilah yang dimaksud dengan komunikasi memiliki fungsi sebagai pendidikan, sebagaimana dikatakan oleh Effendy (1984: 31) “komunikasi berfungsi sebgai information, education dan reaction”. Bila dilihat pengertian komunikasi menurut Berelson dalam Effendy (1988:14), adalah “Penyampaian informasi, ide, emosi, keterampilan dan lain-lain melalui penggunaan simbol kata, gambar, angka, grafik dan lain-lain. Untuk itu maka komunikator harus mempunyai kemampuan agar pesannya itu dapat dimengerti, diterima dan bahkan dilakukan oleh komunikan .

Tujuan komunikasi secara umum:
  1. Menetapkan dan menyebarkan maksud daripada suatu usaha ;
  2. Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan ;
  3. Mengorganisasikan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya seperti efektif dan efisien ;
  4. Memilih, mengembangkan, menilai anggota ;
  5. Memimpin, mengarahkan, memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja dimana setiap orang mau memberikan kontribusi.

C.  TEKNIK-TEKNIK KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Menurut Uchyana (1984) teknik komunikasi terdiri atas :
  • Komunikasi informatif : Suatu pesan yang disampaikan pada seseorang atau  sejumlah orang tentang hal-hal baru yang diketahuinya.
  • Komunikasi persuasif : Proses mempengaruhi sikap, pandangan atau perilaku seseorang dalam bentuk kegiatan membujuk, mengajak sehingga ia melakukan dengan kesadaran hati.
  • Komunikasi instruktif : Komunikasi yang engandung ancaman, sangsi dan lain-lain yang bersifat paksaan, sehingga orang-orang yang dijadikan sasarna melakukan sesuatu secara terpaksa, karena takut akibatnya.


Pendidik memiliki tanggung jawab penuh atas pengelolaan proses belajar mengajar. Adapun yang menjadi fokus sasarannya adalah unsur-unsur dari proses belajar-mengajar dan menjadikan seefektif mungkin dan seoptimal mungkin unsurunsur tersebut. Agar keadaan ini dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan, maka ada dua kegiatan pokok yang harus dilaksanakan oleh para guru, yaitu :
  1. Mempersiapkan diri dan unsur-unsur lainnya yang akan dilibatkan dalam proses belajar-mengajar.
  2. Mengoperasikan hal-hal yang sudah dipersiapkan dengan memperhatikan variasi dan pengembangan seperlunya, utamanya perhatian terhadap metode pembelajaran.
  3. Atas dasar pemikiran tersebut, maka pada bagian ini pengelolaan proses belajar mengajar akan ditinjau dari dua pendekatan, yaitu pendekatan konsepual dan pendekatan operasional. Dua pendekatan ini sebenarnya saling berhubungan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal.

a. Pendekatan Konseptual

Pengelolaan kelas dalam proses belajar-mengajar dengan pendekatan konseptual adalah kegiatan pengelolaan yang berkaitan dengan penyususnan rancangan belajarmengajar (pembelajaran). Proses pembelajaran adalah kegiatan yang berlangsung di kelas dengan sasaran utamanya adalah pengoperasian tujuan-tujuan pembelajaran. Rancangan pembelajaran tersebut semestinya terdiri dari tiga aspek, yaitu tujuan pembelajaran (intrsuksional), Kegiatan belajar mengajar dan penilaian. Langkah pertama adalah rumusan tujuan instruksional dalam Tujuan khusus pembelajaran sebagai penjabaran dari rumusan tujuan umum pembelajaran. Langkah kedua adalah kegiatan belajar mengajar atau sering disebut dengan proses belajar mengajar. Langkah ini dilakuan dalam tiga tahap, yaitu pendahuluan, inti pembelajaran dan penutup. Rincian ini tentunya disesuaikan dengan durasi waktu yang ada dalam tiap pertemuan. Nana (1989:147-148) menyebutkan “secara umum ada tiga tahapan dalam strategi pembelajaran yaitu tahap pemula (prainstruksional), tahap penyampaian (instruksional) dan tahap penilaian dan tindak lanjut.” Gambaran dari ketiga tahapan tersebut adalah : Sumber : Nana (1989:148) Pada tahap pertama (prainstruksional) ada beberapa hal yang memerlukan rancangan. Tahap awal dari proses belajar mengajar, berfungsi mengarahkan siswa mengikut proses belajar mengajar yang sebenarnya. Rancangan pembelajaran pada tahap ini mengungkapkan kembali pengalaman, perilaku awal (entering behavior) dan kebutuhan siswa yang berhubungan dengan minat, bakat dan lingkungan di mana siswa itu berada. Tahap kedua (instruksional) adalah tahap inti dalam kegiatan belajar, berupa penyajian materi pelajaran yang diarahkan kepada pencapaian tujuan instruksional khusus secara optimal. Tahap kedua ini melputi: merumuskan tujuan instruksional khusus dengan memperhatikan kurikulum, kemampuan siswa. Kualitas rancangan tujuan instruksional khusus didasarkan pada minat, bakat, dan kebutuhan yang mendasar dari siswa yang berkaitan dengan dimana siswa itu berada. Di samping itu materi pelajaran, media, metode, sumber belajar dan waktu dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Agar rancangan komponen-komponen tersebut memiliki daya guna yang tinggi terhadap pencapaian tujuan, maka pilihan dan penetapan komponenkomponen tersebut disesuakan dengan karakteristik tujuan yang ingin dicapai. Tujuan pembelajaran merupakan titk sentral dalam menentukan komponen-komponen pembelajran lainnya yang akan dilibatkan dalam penyajian materi pembelajaran. Tahap ketiga (penilaian dan tindak lanjut) dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam kegiatan komunikasi instruksional. Kegiatan yang sering dilakukan pada tahap ini adalah menilai siswa melalui tes lisan, tulisan dan mungkin dirancang berdasarkan tujuan yang telah ditentukan. Bagi siswa yang belum memenuhi kriteria pencapaian tujuan yang telah ditetapkan hendaknya disiapkan rancangan khusus bagi mereka seta rancangan penilaian atau tugas-tugas tetentu yang berfungsi sebagai tes lisan ataupun tes tertulis.

b. Pendekatan Operasional

Tindak lanjut dari pendekatan konseptual dalam proses belajar mengajar adalah pengoperasin rancangan pembelajaran dalam bentuk kegiatan nyata di dalam kelas. Rancangan tersebut biasanya berisi hal-hal yang mendasar sebagai pedoman atau pegangan bagi para guru. Penerapannya dalam proses belajar memerlukan pengembangan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Pengembangan ini diarahkan kepada seluruh komponen-komponen pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar tidak berlangsung monoton dan membosankan.

c. Kesimpulan

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Tujuan komunikasi secara umum: Menetapkan dan menyebarkan maksud daripada suatu usaha, Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan, Mengorganisasikan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya seperti efektif dan efisien, Memilih, mengembangkan, menilai anggota, Memimpin, mengarahkan, memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja dimana setiap orang mau memberikan kontribusi. Baca Juga Empat-belas-cara-tehnik-komunikasi


Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Komentar

POPULAR POST

LIMA CARA SUKSES JUALAN ONLINE TANPA MODAL UNTUK PEMULA

5 Cara Sukses Jualan Online Tanpa Modal Untuk Pemula Jualan online kini tengah menjadi salah satu alternatif usaha yang bisa dilakukan dengan modal kecil dan omzet yang tidak main-main. Oleh karena itu sekarang ini banyak sekali orang yang terjun ke dunia bisnis online dan menekuninya dengan serius. Bukan hanya menjadi salah satu alternatif usaha, tetapi karena perubahan zaman yang cepat, orang-orang yang melakukan bisnis offline mau tidak mau harus terjun ke bisnis online agar tidak tersingkirkan oleh perubahan zaman. Berikut  adalah beberapa tips untuk meledakkan toko online Anda. 1. Tentukan Niche dan Produk Anda Hal pertama yang harus diperhatikan jika ingin memulai bisnis sebagai penjual online adalah menentukan apa produk dan niche market yang akan Anda tawarkan. Anda harus melakukan riset terlebih dahulu sebelum terjun ke dunia jual beli online. Anda dapat melakukan riset dengan bertanya langsung ke orang-orang di sekitar Anda, membuat kuesioner dan membu...

BIOGRAFI TITO KARNAVIAN : KABINET INDONESIA MAJU JABATAN MENTERI DALAM NEGERI

Profil dan Biografi Tito Karnavian. Saat ini dikenal sebagai Menteri Dalam Negeri di era pemerintahan Joko Widodo dalam kabinet kerja jilid II. Sebelumnya ia lama menjabat sebagai Kapolri. Di kepolisian, ia dikenal memiliki segudang prestasi dalam bidang penanggulangan terorisme di Indonesia. Berikut Biografi, profil dan biodata Tito Karnavian. Daftar Isi Biodata Tito Karnavian Biografi Tito Karnavian - Profil dan Biodata Lengkap Kapolri  Nama Lengkap : Muhammad Tito Karnavian Lahir : Palembang, Sumatera Utara, 26 oktober 1964 Orang Tua : H Achmad Saleh (ayah), Hj Kardiah (ibu) Saudara : Iwan Dakota, Donny Akbar, Dian Marelia, Fifa Argentina, Diah Natalisa Istri : Tri Suswati Anak : Via, Opan, Angga Agama : Islam Pangkat : Jenderal Polisi Bintang Empat Biografi Tito Karnavian Beliau dilahirkan dengan nama lengkap Muhammad Tito Karnavian pada tanggal 26 oktober 1964 di Palembang, Sumatera Utara. Ayahnya bernama H Achmad Saleh dan ibunya bernama Hj...

PEDOMAN UNTUK MENJALANKAN ALAT INSPEKSI URL GUNA MELIHAT STATUS INDEKS URL SAAT INI

Memahami hasil: Pengujian langsung Catatan penting: Ini adalah pengujian langsung. Alat ini mengambil dan memeriksa URL secara real time. Informasi yang ditampilkan dalam pengujian langsung dapat berbeda dari URL yang diindeks karena alasan yang dijelaskan di bawah ini. Pengujian langsung tidak memeriksa keberadaan URL di peta situs atau halaman perujuk apa pun. Status Dapat diindeks pada URL aktif dapat berbeda dengan status Cakupan indeks pada URL yang sudah diindeks karena alasan berikut: Anda telah mengubah atau memperbaiki sesuatu pada URL aktif, seperti menghapus (atau menambahkan) tag noindex atau blok robots.txt, dan perubahan itu belum diindeks. Periksa perbedaan pada Pengujian Diindeks dan Langsung, atau periksa histori versi halaman di situs Anda untuk menemukan perbedaan antara versi yang sudah diindeks dan versi langsung. Pengujian langsung tidak mendukung semua status indeks dalam versi yang sudah diindeks. Beberapa status dalam versi yang diindeks tidak diuji atau tidak ...

KAUM ANTI SESAJEN

Dulu, di Sumatera Barat, kaum Muslim terbelah dua antara mereka yang ingin mempertahankan tradisi lokal dan mereka yang ingin menghancurkannya. Kelompok pertama disebut "Kaum Tua", sedangkan kelompok kedua disebut "Kaum Muda." Fenomena itu tak hanya terjadi di Minangkabau. Di pulau Jawa, kaum tua dan kaum muda juga ada, dan mereka bersitegang. Di Yogyakarta, kaum muda mendirikan perkumpulan dan mereka memberi nama "Muhammadiyah" artinya pengikut Nabi Muhammad. Salah satu kegiatan rutin kaum muda adalah merazia sesajen yang biasanya dilakukan oleh kaum tua. Jika ada sesajen, mereka langsung menendangnya, sambil teriak "allahu akbar" atau "astaghfirullah." Mereka beranggapan bahwa sesajen itu musyrik. Ketika kecil, saya masih melihat sesajen di bawah pohon besar di kampung kami, di pinggiran Jakarta. Dulu, kami tidak menendangnya, tapi mengambil beberapa makanan di sesajian itu. Biasanya pisang lampung dan kueh lapis, untuk kami makan sec...

BENTUK BENTUK KOMUNIKASI

Komunikasi  sebagai proses memiliki bentuk : Bentuk Komunikasi dan Komunikasi langsung. Komunikasi langsung tanpa menggunakan alat. Komunikasi berbentuk kata-kata,  gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat, misalnya kita  berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita. Komunikasi tidak langsung Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah  penerima  penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan  geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dan lain lain. Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya Bentuk komunikasi berdasarkan  besarnya sasaran : Komunikasi massa : yaitu komunikasi  dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal. Komunikasi masa yang baik  harus : Pesan disusun  dengan jelas, tidak rumit  dan tidak bertele-tele ; Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami ; Bentuk gambar yang baik ; Membentuk ke...