KISAH PERTAUBATAN DUA WALI YANG LALAI KETIKA MENCINTAI PEREMPUAN KISAH PERTAUBATAN DUA WALI YANG LALAI KETIKA MENCINTAI PEREMPUAN - SUARA HARIAN OTO BEMO BERODA TIGA
Suara Harian Oto Bemo Beroda Tiga

Komunikasi, Media Ilmu & Pengetahuan Umum Blogging

Langsung ke konten utama

"OTO BEMO.. OTO BEMO.. BERODA TIGA .. TEMPAT BERHENTI.. DITENGAH TENGAH KOTA..PANGGIL NONA..PANGGIL NONA..NAIK KERETA..NONA BILANG..TIDAK PUNYA UANG.. JALAN KAKI SAJA"

KISAH PERTAUBATAN DUA WALI YANG LALAI KETIKA MENCINTAI PEREMPUAN

Dua orang ini menjadi wali karena cintanya kepada perempuan.

Siapa yang menyangka jika ternyata berawal dari mabuk cinta dan kerinduan kepada perempuan, seseorang dapat diangkat menjadi wali dan kekasih Allah SWT. Dua wali berikut ini adalah contohnya.

Pertama, Utbah Al Ghulam (عتبة الغلام بن أبان البصري)

Utbah merupakan salah satu murid dari Imam Hasan Al-Bashri. Dalam kitab Sifatul Shofwah diterangkan bahwa dia dijuluki Al-Ghulaam karena kegigihan dan kesungguhannya pada waktu masih kecil.

Sedangkan dalam Hilyatul Auliya’, diriwayatkan bahwa dia dijuluki al–Ghulaam karena dia seperti budak yang hidupnya hanya digadaikan untuk beribadah kepada Allah.

Diceritakan bahwa sebab taubatnya adalah pada suatu hari ketika sedang berjalan-jalan, Utbah melihat seorang perempuan yang cantik. Kecantikan perempuan tersebut membuat Utbah jatuh cinta pada pandangan pertama.

Berangkatlah Utbah mendatangi kediaman si perempuan tersebut. Sesampainya di rumahnya, Utbah pun menyatakan ketertarikannya kepada perempuan tersebut. Perempuan tersebut kemudian bertanya, “Anggota tubuhku yang mana yang Engkau anggap bagus?” Utbah menjawab,“Kedua matamu.”

Selang beberapa waktu kemudian, perempuan tersebut mencongkel kedua matanya dan menaruhnya di atas sebuah piring. Perempuan tersebut kemudian mengantarkan kedua mata tadi kepada Utbah dan berkata, “Apa yang sudah Engkau lihat, lihatlah hal itu sekarang!” Betapa terkejutnya Utbah melihat apa yang diperbuat perempuan tersebut. Utbah kemudian bangkit-tersadar dari kelalainya dan bertaubat kepada Allah. Sejak saat itu Utbah konsisten mendatangi majlis Hasan Al-Bashri rahimahuallahu ta’alaa.

Abdullah bin al-Mubarok (عبد الله بن المبارك)

Siapa yang tidak mengenal Ibn al-Mubarok. Waliyullah prolifik, pengarang kitab al-Arba’in fi Al-Hadits ini merupakan seorang yang sangat masyhur. Namun tahukah kalian kisah taubatnya beliau?

Abdullah bin al-Mubarok dilanda kerinduan kepada seorang gadis. Kerinduan tersebut bahkan sampai membuat hilang akalnya. Pada malam yang sangat dingin, Ibn al-Mubarok memutuskan untuk mendatangi rumah gadis tersebut. Namun, bukannya bertamu dan masuk ke dalam rumah gadis tersebut, Ibn al-Mubarok cuma berdiri di depan pagar rumah gadis tersebut. Ternyata si gadis berada di teras lantai atas.

Kedua insan tersebut kemudian saling berpandangan hingga terdengar suara muadzin mengumandangkan adzan Subuh. Dalam benak Ibn al-Mubarok, dia menyangka bahwa itu adalah suara Adzan Isya. Ternyata dia salah. Fajar tidak lama kemudian terbit. Dia tersadar bahwa itu adalah adzan untuk sholat shubuh. Dia tenggelam dalam kenikmatan menyaksikan gadis yang dia rindukan.

Tidak berapa lama kemudian dia tersadar dan mulai menyesali perbuatannya tersebut. Berkatalah dia kepada dirinya sendiri, “Apakah Engaku tidak malu, Wahai, Ibn al-Mubarok, Engkau telah membiarkan dirimu digenggam hawa nafsu dari malam hinggu shubuh menjelang?”

“Engkau berdiri terpaku di atas kedua kaki tapi tidak mengetahui bahwa ada kepala di atas kaki! Sekalipun imam memanjangkan durasi sholatnya, hal itu hanya akan menghasilkan kegusaran dan kebosanan bagi dirimu, dan Engkau tidak akan mempu berdiri untuk beribadah kepada Allah walau hanya sekejap. Seperti itukah perbuatan orang-orang mulya? Seperti itukah kehormatan dijaga?”

Hatinya kemudian dipenuhi kegundahan, kacau balau, dan serasa terbakar. Sejak saat itulah Ibn al-Mubarok menyatakan diri bertaubat kepada Allah. Menyibukkan dirinya dengan ilmu. Derajatnya diangkat oleh Allah sehingga sampai pada kesempurnaan.

Dua waliyullah di atas adalah teladan bagaimana seharusnya cinta terhadap perempuan (dunia) diletakkan. Sebesar apapun cinta kepada makhluk tidak boleh melebihi cinta kepada sang Kholik. Sehingga dapat melalaikan diri dari kewajiban manusia untuk beribadah kepada Allah SWT. Cinta kepada Makhluk adalah fana dan cinta kepada Khaliq adalah kekal selamanya. Baca Juga : Biografi-albert-einstein

Kisah disarikan dari kitab Tadzkiratul Auliyaa’, karangan Syaikh Farid al-Din Aththor Naisaabuuri


Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Komentar

POPULAR POST

MENILAI SEBUAH PRISTIWA JANGAN LEBAY

Setiap melihat dan menilai sebuah peristiwa, apakah dalam peristiwa itu membuat rasa spiritual dan rasa cinta kita kepadaNya bertambah? Ataukah justru kebencian dan dosa kita yang bertambah? Bagiku Basuki Tjahaya dan Habib Riziek adalah guru kehidupan sebagai pelajaran bagi diri kita dalam perjalanan kedalam diri. Mengapa kita sangat membenci salah satunya? bukankah keduanya diciptakan oleh Tuhan yang kita sembah setiap saat. Mari lihat lebih dalam daripada sekedar perbedaan yang kita ributkan selama ini. Apakah dengan membenci salah satunya kesucian kita akan meningkat? Apakah dengan menghujat seseorang itu artinya kita adalah orang yang lebih suci dari seseorang yang kita hujat? Apakah dengan mengutuk kegelapan, terang akan hadir ? Apakah dengan membenci panas, rasa panas akan hilang ? Apakah marah akan membuat suasana menjadi damai? Jika tidak, mengapa kita tidak belajar dan berlatih dikesempatan dalam peristiwa ini? Belajar mengurangi penghakim...

BERPIKIRAN TERBUKA DAPAT MENGEVALUASI DIRI

Pikiran terbuka menjadi jalan untuk dapat mengevaluasi diri sendiri. Melalui pikiran terbuka, anda mampu untuk menilai diri secara objektif. Pikiran terbuka tidak hanya mampu membuat orang lain sekitar anda bertahan dan merasa nyaman. Sebab, pikiran terbuka juga mendatangkan kebaikan bagi anda di masa mendatang. Berpikiran terbuka termasuk salah satu karakter wirausahawan sukses. Dengan mengembangkan pikiran terbuka, anda dapat mengambil hal positif yang berada di luar diri sendiri. Jika terbiasa berpikir positif, anda akan selalu melihat peluang di setiap kesempatan hidup. Seorang pekerja yang berorientasi sukses akan selalu memiliki pikiran terbuka untuk memunculkan ide-ide kreatif, aplikatif, serta penuh solusi. Berpikir terbuka pada hakikatnya sama dengan berpikir positif. Secara definitif, berfikir terbuka atau open minded  ialah memiliki kemampuan untuk menerima hal atau ide baru dan berbeda dari orang lain. Meskipun gagasan orang lain tampak buruk, dengan pikiran...

NAMUN AKU BUKAN AKU, BUKAN AKU ADALAH AKU

Hmmmm! jangan katakan bahwa aku adalah aku, aku bukan aku, bukan aku adalah aku. Meskipun kau adalah kau dan aku adalah aku. Namun aku bukan aku, bukan aku adalah aku. Batin dan zahirku adalah engkau, aku bukan aku, bukan aku adalah aku. Gaib dan kehadiranku adalah engkau, aku bukan aku, bukan aku adalah aku. #Ghazal Maulana Rumi dalam Divan Syams Tabrizi# Dalam syair diatas, Maulana Rumi ingin menjelaskan ada 'aku' yang palsu dan ada 'aku' yang asli. Namun tidak mudah menafikan 'aku' yang palsu tuk menemukan 'aku yang asli. Karena itu Rumi senantiasa mengulang-ngulangnya; aku bukan aku Bukan aku adalah aku. Aku palsu adalah aku yang senantiasa nampak. aku palsu adalah aku yang senantiasa menunjukkan identitasnya. Namun bukankah aku pasti menunjukkan identitasnya ? Bukankah identitas pasti menunjukkan aku ? Dan juga bukankah jika aku dinafikan bermakna tak ada lagi yang terlihat atau tak ada lagi identitas ? Maulana ingin men...

JANGAN TERLALU MEMBANGGAKAN IBADAHMU

Dari kisah sebelumnya bisa disimpulkan ilmu syareat yang saya pelajari dahulu tidaklah salah.. ilmu syareat itu benar.. hanya syareat tanpa tasawwuf sama saja kosong.. Sholat siang dan malam tapi sering menyakiti dan mendzalimi orang lain padahal Allah berfirman dalam hadits qudsi : “Wahai hamba-Ku, Aku telah mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia sebagai sesuatu yang haram di antara kalian. Karena itu, jangan kalian saling mendzalimi. Wahai hamba-Ku, kalian semua lapar kecuali yang telah  Aku beri makan. Wahai hamba-Ku kalian semua telanjang, kecuali yang Aku beri pakaian. Karena itu, mintalah pakaian kepada-Ku pasti akan Aku beri kalian pakaian. Wahai hamba-Ku, kalian senantiasa berbuat salah siang dan malam, sementara Aku mengampuni semua dosa kalian. Karena itu, mintalah ampunan kepada-Ku pasti Aku mengampuni kalian. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak akan bisa memberikan bahaya kepada-Ku sehingga mencelakakan-Ku dan tidak akan bisa memberikan manfa...

TIPS SEBELUM MEMUTUSKAN PENSIUN DINI

Hampir semua orang orang yang bekerja mendambakan pensiun dini yang sejahtera. Pensiun dini memiliki   keuntungan-keuntungan : 1.      Keuntungan Finansial. Memutuskan untuk pensiun dini, berpotensi mendapatkan uang pesangon yang lebih tinggi karena pada umumnya perusahaan menawarkan pesangon besar untuk banyak menarik minat para karyawannya guna kepentingan kepegawaiannya. 2.      Keuntungan Kesempatan. Pensiun dini memberikan kesempatan untuk memulai usaha baru, sebuah cita-cita banyak karyawan kantoran yang jarang sekali terwujud. 3.      Keuntungan Kesehatan. Pensiun dini juga memberikan manfaat kesehatan karena tidak mengalami stress yang terlalu besar akibat bekerja, kurang tidur, atau kurang waktu berolah-raga. Pertimbangkan sebelum mengambil pensiun Dini : 1. Tentukan Penghasilan Pengganti Setelah Pensiun. Pensiun bukan berakhirnya kehidupan, justru akan memasuki kehidupan babak baru. S...