HOMEGOOGLEKRITIK DAN SARAN REDESAIN NEXT DAN PREVIOUS TEMPLATE BLOGGER
Template default blogger tebaru itu ada empat jenis : Contempo, emporio, Soho dan Notable. Nah trik membuat pager ini dapat di terapkan kepada dua jenis template, yakni: Contempo dan Emporio. Sedangkan jika di terapkan kepada template SOHO dan Notable ia tidak bekerja dengan baik kecuali jika rombak pengaturan CSSnya terlebih dahulu.
Cara membuat blog pager Next dan Previous
Jadi sekali lagi trik ini dapat di terapkan ke dalam template blogger default varian terbaru terdiri dari:
Contempo
Emporio
Notable (sedikit tambahan pada kode css)
Soho (sedikit tambahan pada kode css)
Cara penerapannya untuk ketiga varian template terbaru dengan layout 3 tersebut sama saja yakni:
Masuk ke pengaturan blogger -> pilih tema -> Pilih edit HTML. Lalu letakan kode berikut tepat di atas kode </head>
Supaya kode di atas bekerja dengan baik pada template SOHO dan Notable, maka tambahkan perintah CSS: float: left setelah kode yang saya tulis merah. Jadi kodenya menjadi:
#blog-pager {margin: 10px 0 20px 25px;clear:both !important;padding:0;font-size:11px;font-weight:bold;float:left}
Terimakasih atas kritik dan saran dari 'SUARA HARIAN OTO BEMO BERODA TIGA' sehingga saya dapat memperbaiki sumber kode CSS tersebut. Masih di dalam halaman editor HTML blogger cari kode </body> lalu letakan kode berikut tepat di atasnya:
Demikian cara membuat blog pager Next/prev bernomor urut untuk template template yang telah kami sebutkan di atas. Sumber : editblogtema.com. Baca Juga : Tiga-kasyaf-imam-ibnu-arabi-yang-meleset
Dari kisah sebelumnya bisa disimpulkan ilmu syareat yang saya pelajari dahulu tidaklah salah.. ilmu syareat itu benar.. hanya syareat tanpa tasawwuf sama saja kosong.. Sholat siang dan malam tapi sering menyakiti dan mendzalimi orang lain padahal Allah berfirman dalam hadits qudsi : “Wahai hamba-Ku, Aku telah mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia sebagai sesuatu yang haram di antara kalian. Karena itu, jangan kalian saling mendzalimi. Wahai hamba-Ku, kalian semua lapar kecuali yang telah Aku beri makan. Wahai hamba-Ku kalian semua telanjang, kecuali yang Aku beri pakaian. Karena itu, mintalah pakaian kepada-Ku pasti akan Aku beri kalian pakaian. Wahai hamba-Ku, kalian senantiasa berbuat salah siang dan malam, sementara Aku mengampuni semua dosa kalian. Karena itu, mintalah ampunan kepada-Ku pasti Aku mengampuni kalian. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak akan bisa memberikan bahaya kepada-Ku sehingga mencelakakan-Ku dan tidak akan bisa memberikan manfa...
Jepang terkenal dengan kerja kerasnya dan kerja lemburnya. Semua orang tau itu. Tapi tak banyak yang tahu kalau budaya kerja Jepang itu “Ndeso”. “Ndeso” berarti “kampungan” seperti yang kita tahu, tapi bukan itu yang saya maksud. Dalam budaya kerja Jepang, “Ndeso” berarti berpikir seperti penduduk desa. Seorang pekerja Jepang akan merasa kantornya seperti desa, penduduknya saling gotong royong membangun lingkungannya. Ini adalah sebuah pemikiran ala Jepang, budaya kerja unik yang hanya ada di negeri sakura ini. Pemikiran “Ndeso” ini dikenal dengan istilah “Village Relationship” atau muranogurupu ( 「ムラ」のグループ ), yang jadi basis Jepang berpikir secara kelompok. 1. Society built on “place” relationship Ada seorang anak baru di kantor, anggap saja namanya Budi. Sebelum bergabung, Budi sempat kerja di perusahaan Indonesia. Ia orang yang super dan hebat, pemikir ulung dan kreatif, kariernya menanjak cepat sekali. Ia merasa seperti star employee saking hebatnya, semua orang mengenalnya...
Ciri-ciri dari seorang Mursyid yang Wali : Syarat lainya yang mutlak harus dimiliki seorang wali yang mursyid adalah mereka berpegang teguh pada Qu’ran dan Hadist tidak pernah meninggalkan syariah dan sunnah. Karena tak ada tariqah tanpa syariah, karena seumpama syariah adalah penerang untuk menjalani jalan tariqah agar tak tersesat dan menuju hakikat. Imam Malik, Imam Mazhab Maliki mengatakan Syariat tanpa tasawuf adalah zindik, dan tasawuf tanpa syariat adalah sesat. Dan salah satu ciri para wali biasanya mereka tersembunyi, meskipun begitu mereka sangat terkenal diantara para kekasih Allah. Selama bermursyid dengan seorang yang wali anda akan menganggap kematian adalah sebuah anugerah dan hadiah dari Allah, tapi jika anda semakin takut mati maka carilah mursyid yang lain. Seorang yang wali dapat mengetahui dan menyembuhkan penyakit fisik dan jiwa muridnya. Bila mendengarkan ceramah dari Mursyid tasawuf yang Wali Allah, maka ia akan mendapatkan ilmu sekalig...
Tidak ada satu pun dari manusia di dunia ini yang tidak memiliki masalah. Namanya juga hidup, selalu ada gejolak dan permasalahan yang akan muncul, selalu ada rintangan yang menghadang, selalu ada cobaan yang menguji. Sebagai manusia, tugas kita adalah menghadapi setiap permasalahan itu, dan menjalani hidup sebaik mungkinsebagai khalifah Allah di muka bumi. Sebenarnya, jika kita mau mempelajari Alquran dengan baik, Allah memberikan petunjuk atas setiap permasalahan kita dalam Alquran. Solusi setiap permasalahan yang berhubungan dengan rezeki, hubungan antar sesama, bahkan permasalahan yang sifatnya vertical yaitu hubungan kita dengan Allah. Jika kita dilanda permasalahan, bacalah Alquran dan carilah solusi dari permasalahan kita di dalamnya. Yakinlah, bahwa semua permasalahan kita akan segera berlalu, dan permasalahan yang sedang kita alami merupakan ujian dari Allah untuk mengangkat derajat kita ke tempat yang lebih tinggi, sebab Allah tidak akan pernah memberi ujian melebihi ...
Bangunan kenabian, kerasulan, kewalian, makrifatullah, dan mahabbah, kata Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, berdiri kokoh di atas fondasi kesabaran (menahan dan mengendalikan diri) orang yang berada pada maqam tersebut dalam menghadapi sebuah bala’ atau ujian. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengilustrasikan maqam spiritual sebagai bangunan yang juga memiliki struktur dan unsur-unsur yang membentuknya. Syekh Abdul Qadir menyebut ujian atau bala sebagai fondasi (spiritual) utama dalam sebuah bangunan kebaikan. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, tanpa fondasi sebuah bangunan fisik tidak akan dapat berdiri. Kalau pun berhasil juga berdiri, pendirian bangunan fisik tanpa fondasi tersebut akan sangat rapuh dan lemah. Hal yang sama juga terjadi pada sebuah bangunan spiritual. Bangunan kenabian, kerasulan, kewalian, makrifatullah, dan mahabbah, kata Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, berdiri kokoh di atas fondasi kesabaran (menahan dan mengendalikan diri) orang yang berada pada maq...
Komentar
Posting Komentar
SILAKAN KOMENTAR SESUAI TOPIK.....