HOMEGOOGLEKRITIK DAN SARAN REDESAIN NEXT DAN PREVIOUS TEMPLATE BLOGGER
Template default blogger tebaru itu ada empat jenis : Contempo, emporio, Soho dan Notable. Nah trik membuat pager ini dapat di terapkan kepada dua jenis template, yakni: Contempo dan Emporio. Sedangkan jika di terapkan kepada template SOHO dan Notable ia tidak bekerja dengan baik kecuali jika rombak pengaturan CSSnya terlebih dahulu.
Cara membuat blog pager Next dan Previous
Jadi sekali lagi trik ini dapat di terapkan ke dalam template blogger default varian terbaru terdiri dari:
Contempo
Emporio
Notable (sedikit tambahan pada kode css)
Soho (sedikit tambahan pada kode css)
Cara penerapannya untuk ketiga varian template terbaru dengan layout 3 tersebut sama saja yakni:
Masuk ke pengaturan blogger -> pilih tema -> Pilih edit HTML. Lalu letakan kode berikut tepat di atas kode </head>
Supaya kode di atas bekerja dengan baik pada template SOHO dan Notable, maka tambahkan perintah CSS: float: left setelah kode yang saya tulis merah. Jadi kodenya menjadi:
#blog-pager {margin: 10px 0 20px 25px;clear:both !important;padding:0;font-size:11px;font-weight:bold;float:left}
Terimakasih atas kritik dan saran dari 'SUARA HARIAN OTO BEMO BERODA TIGA' sehingga saya dapat memperbaiki sumber kode CSS tersebut. Masih di dalam halaman editor HTML blogger cari kode </body> lalu letakan kode berikut tepat di atasnya:
Demikian cara membuat blog pager Next/prev bernomor urut untuk template template yang telah kami sebutkan di atas. Sumber : editblogtema.com. Baca Juga : Tiga-kasyaf-imam-ibnu-arabi-yang-meleset
Banyak media dan korporasi menggunakan bahasa untuk menyembunyikan kondisi ataupun suatu hal menjadi tidak jujur, begitu juga dalam bisnis. Biasanya pada saat keadaan buruk terjadi pada bisnis, tentu kita akan merasa tidak nyaman, mungkin juga memalukan, dan menyakitkan, akhirnya tidak jarang kita seringkali menyembunyikannya di ballik penghalusan-penghalusan kata. Hati-hati, bisa jadi ini adalah penghalusan-penghalusan yang membuat orang merasakan FEEL GOOD dalam waktu sementara, tapi tidak membuat mereka jujur pada diri sendiri. Meskipun penghalusan bahasa bisa membuat Anda FEEL GOOD, membuat Anda jauh lebih sopan, tetapi ingat bahwa untuk hal-hal tertentu Anda harus jujur. Dalam bisnis, Anda harus bisa melihat kenyataan yang sebenarnya dalam bentuk hasil yang nyata, alih-alih melakukan perbaikan bisnis terus-menerus supaya target perusahaan bisa tercapai dan menyenangkan di mata pelanggan. Anda harus tahu mengapa seseorang tidak menggunakan produk atau jasa yang Anda ber...
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat membuat blog/site tentang apa saja yang menarik bagi penggemar membaca dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak, Ibu, Saudara (i) selaku pelanggan Suara Harian Oto Bemo Beroda Tiga yang telah memberikan masukan kepada saya. Tak lupa juga ucapan terima kasih kepada teman - teman blogger telah ikut turut serta membantu dalam proses pemblo gingan ini. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam dunia bloging ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan blog/site yang telah saya buat untuk di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga blog/site sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Secara struktur, sistematis dan masif blog/site ya...
Beberapa Kisah Receh Tuan Guru di Tanah Banjar Hairus Salim dalam esai Gus Dur dan Guru Sekumpul: Sebuah Pertemuan menggambarkan pemasangan poster foto ulama adalah salah satu wujud penghormatan terhadap para ulama. Ulama atau Tuan Guru memiliki posisi penting dan penghormatan pada mereka hanya salah satu dari artikulasi keberislaman masyarakat Banjar. Dalam perjalanan pulang dari Banjarmasin, Hairus Salim mengisahkan bahwa seperti umumnya warung dan rumah orang Banjar di kawasan Kalimantan Selatan, dinding warung tersebut dipenuhi poster foto-foto ulama. Kisah yang dimuat di laman NU Online tersebut mengisahkan poster foto ulama tersebut merujuk pada sosok KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau akrab dengan Guru Sekumpul dan KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Memang, jika bepergian ke tanah Banjar, maka poster foto ulama akan sangat mudah ditemui. Tidak saja di tempat makan, sebagaimana cerita Hairus Salim, namun di rumah, tempat kerja dan lain-lain, masyarakat Banjar juga sering me...
Abu Nawas Digelandang Polisi, Ibnu Sina dan Tradisi Berpikir dalam Islam Alkisah, di suatu malam, kepala keamanan kerajaan –atau kalau sekarang bisa disebut polisi, beserta beberapa pengawalnya melakukan patroli di jalanan kota Baghdad. Di tengah patroli mereka tak sengaja memergoki Abu Nawas sedang mabuk-mabukan dan omongannya meracau tak jelas. Melihat kondisi Abu Nawas yang sudah mabuk berat, kepala polisi memerintahkan pengawalnya untuk menggelandang Abu Nawas ke pos pengamanan dan menahan Abu Nawas semalaman, hingga ia sadar kembali keesokan harinya. Esok paginya ketika Abu Nawas sudah sadar kembali, sang komandan polisi menyampaikan berita ihwal ditangkapnya Abu Nawas kepada khalifah Harun ar-Rasyid. Mendengar berita ditangkapnya Abu Nawas, khalifah Harun ar-Rasyid lantas memerintahkan sang komandan polisi untuk menghadirkan Abu Nawas di hadapannya. Singkat cerita, ketika Abu Nawas berada di hadapan khalifah Harun ar-Rasyid, tanpa basa-basi khalifah Harun ...
Mengkritik bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahkan, banyak orang yang memiliki kebiasaan suka mengkritik. Sebagai contoh, kritik tentang situasi nasional acap kali dilontarkan oleh rakyat jelata atau masyarakat yang berada di luar lingkaran kekuasaan. Aktivitas melontarkan kritik lebih mudah dilakukan dari pada memberi masukkan dan membuat program aplikatif. Setiap orang tentu akan mendapatkan kritik dari orang lain. Apabila tanggung jawab yang diberikan atasan tidak selesai atau hasilnya di luar harapan, atasan akan serta-merta mengkritik hasil pekerjaan bawahan. Atasan tidak pernah peduli terhadap apa yang telah dilakukan bawahan dalam mengerjakan tanggung jawab tersebut. Atasan hanya menuntut dua hal, yaitu pekerjaan selesai dan hasilnya baik. Begitulah gambaran dunia kerja yang menuntut profesionalisme tinggi. Bagi anda yang menghendaki menjadi orang nomor satu dan terbaik dilingkungan pekerjaan, ada baiknya menerima kritik dari atasan atau kolega dengan hati lapang. ...
Komentar
Posting Komentar
SILAKAN KOMENTAR SESUAI TOPIK.....