TIPS MANAJEMEN BERWIRA USAHA ALA OTO BEMO BERODA TIGA TIPS MANAJEMEN BERWIRA USAHA ALA OTO BEMO BERODA TIGA - SUARA HARIAN OTO BEMO BERODA TIGA
Suara Harian Oto Bemo Beroda Tiga

Komunikasi, Media Ilmu & Pengetahuan Umum Blogging

Langsung ke konten utama

"OTO BEMO.. OTO BEMO.. BERODA TIGA .. TEMPAT BERHENTI.. DITENGAH TENGAH KOTA..PANGGIL NONA..PANGGIL NONA..NAIK KERETA..NONA BILANG..TIDAK PUNYA UANG.. JALAN KAKI SAJA"

TIPS MANAJEMEN BERWIRA USAHA ALA OTO BEMO BERODA TIGA

Cara Mengatasi Berbagai Hambatan dan Kendala Dalam Berwirausaha – Wajar jika dalam memulai usaha, bisnis, dan juga berwirausaha selalu saja terdapat rintangan, tantangan, hambatan, dan kendala yang menghadang, karena disinilah seorang pengusaha akan diuji ketangguhannya. Hambatan dan kendala ini tidak hanya datang kepada para pengusaha pemula saja, tapi juga dihadapi oleh pengusaha yang berpengalaman sekalipun, hanya saja disini sering kali terdapat perbedaan bagaimana mereka menghadapi hambatan dan kendala tersebut.
Namanya saja sudah berpengalaman, jadi pengusaha yang seperti ini tentu saja sudah memiliki jurus-jurus ampuh untuk mengatasi setiap kendala yang menghadangnya, bahkan postingan seperti artikel ini mungkin sudah tidak lagi dibutuhkan oleh mereka.
Tapi lain ceritanya dengan pengusaha yang masih balita, masih kurang pengalaman. Secerdas apapun mereka, sekreatif apapun mereka namun karena kurangnya pengalaman sering kali menimbulkan kekakuan dalam memecahkan setiap masalah, alhasil setiap hambatan harus diatasi dengan cara yang tidak efektif dan tidak efisien, bahkan tidak jarang pengusaha baru ini merasa bahwa hambatan yang dihadapinya terlalu berat, merasa tidak mampu, menyerah, dan akhirnya hanya bisa pasrah sehingga usaha dan bisnis yang dirintis menjadi terlantar dan gulung tikar.
Sebenarnya, sesulit apa sih berwirausaha itu? Mungkin anda berpikiran bahwa berwirausaha itu sangat sulit seperti yang anda pikirkan. Yah benar, memang seperti yang anda pikirkan, tapi ini hanya berlaku jika anda hanya memikirkannya tanpa bertindak apapun. Jadi sebenarnya, berwirausaha itu sangat mudah jika anda mau bertindak, karena setiap hambatan dan kendala selalu ada jalan keluarnya. Walaupun nantinya mungkin terdapat kegagalan-kegagalan yang akan anda alami, tapi disitulah anda akan mendapatkan pengalaman. Lalu, apa saja sih hambatan dan kendala yang sering dihadapi oleh para pengusaha dan calon pengusaha? Dan apa solusinya? Nah berkaitan dengan hal tersebut, berikut saya berikan ulasan mengenai berbagai hambatan dan kendala dalam berwirausaha dan bagaimana cara mengatasinya.
Kesulitan Modal
Nah, kalau yang satu ini memang permasalahan yang sangat klasik sekali untuk para pengusaha. Kalau usaha yang sudah jalan mungkin akan mudah dalam mendapatkan modal dengan meminjam uang di bank, tapi berbeda dengan usaha yang sedang akan dirintis, meminjam uang di bank akan menjadi jalan yang sangat-sangat sulit. Tapi tenang, modal itu tidak hanya berasal dari bank saja kok, masih banyak jalan yang dapat ditempuh untuk memperoleh modal.
Kalau dipikir-pikir kembali, saat ini anda sendiri mungkin juga memiliki beberapa ide dan jalan untuk memperoleh modal, iya kan? Lalu kenapa anda tidak bertindak? Nah disinilah permasalahannya, seringkali anda itu merasa bahwa cara memperoleh modal yang anda pikirkan, atau solusi dari orang lain, atau cara-cara yang anda baca dibuku, cara-cara tersebut anda anggap sebagai jalan yang sulit. Padahal kalau dipikir ulang, tidak ada cara yang lebih mudah dari cara yang anda ketahui itu, percayalah bahwa tidak ada yang namanya “cara super mudah” untuk memperoleh modal. Disini permasalahannya hanya satu, anda mau bertindak atau tidak?
Pernah berpikir kenapa seorang pengusaha itu dipandang sebagai seseorang yang HEBAT. YA betul, mereka dianggap hebat karena memiliki jiwa semangat, keberanian yang pantang takut gagal, serta berani keluar dari zona aman mereka untuk menggapai kesuksesan yang bebas. Jika mereka bisa, kenapa anda tidak?
Salah Perencanaan dan Analisis
Sebelum anda memulai usaha, sangat-sangat dianjurkan untuk melakukan perencanaan dan analisis usaha secara matang-matang terlebih dahulu. Tapi seringkali pengusaha pemula itu menganggap remeh masalah ini, mereka biasanya hanya mempertanyakan ada atau tidak peluangnya, begitu ada peluang maka langsung direalisasikan. Iya penting juga melihat peluang itu, tapi ingat semakin besar peluang usaha maka semakin banyak pula yang tertarik, jadi makin banyak juga pesaingnya? Nah disini lah peran perencanaan dan analisis, yang saya maksud dengan perencanaan dan analisis ini dari segi keuangan karena kalau peluangnya sudah ada, ini berarti sangat potensial untuk merintis usaha tersebut.
Pertama, untuk memulai usaha tersebut anda perlu sejumlah modal, modal untuk membangun infrastruktur, serta dana untuk biaya modal kerja, kemudian anda perlu memperkirakan aliran kas masuk yang dapat anda peroleh. Sebagai contoh, untuk merintis bisnis laundry, anda membutuhkan modal infrastruktur Rp. 15 juta, biaya modal kerja Rp. 2 juta per bulan dengan perkiraan pendapatan Rp. 3,5 juta per bulan. Disini anda harus teliti, mulai bulan ke berapa anda dapat menghasilkan pendapatan Rp. 3,5 juta tersebut? Misalkan saja anda memperkirakan mulai bulan ketiga, dan anggaplah bulan pertama dan kedua anda hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 1 juta. Maka cobalah untuk menghitung modal sebenarnya yang anda butuhkan hingga usaha anda benar-benar dapat menghasilkan laba.
Terlalu Awal Untuk Merasa Nyaman
Blunder yang sering dilakukan oleh pengusaha pemula adalah ketika usahanya sudah berjalan lancar, mereka malah mengendorkan strategi-strategi bisnisnya. Contoh, diawal mereka gencar melakukan pemasaran, alhasil apa yang dilakukan tersebut membuahkan hasil yang positif dan memperoleh laba yang memuaskan. Tapi apa yang dilakukan, ketika mereka memperoleh laba yang memuaskan tersebut mereka menganggap bahwa laba tersebut sudah dapat digunakan untuk bersenang-senang, beli pakaian, berwisata, dan lain sebagainya. Memang hak mereka untuk menggunakan laba tersebut, tapi jika digunakan untuk memperkuat lini bisnis dan pengembangan, laba tersebut akan jauh lebih bermanfaat kedepannya. Seperti pengusaha-pengusaha sukses lainnya, mereka berani tersiksa demi mengembangkan bisnis yang dirintisnya.
Bisnis Yang Tidak Sesuai Dengan Diri Sendiri
Ini berkaitan dengan teknikal dalam menjalankan bisnisnya, dan ini merupakan salah satu hambatan dan kendala dalam berwirausaha yang sering juga dialami oleh para pengusaha. Seringkali mereka hanya ikut-ikutan berbisnis tanpa memperhatikan keahlian yang dimilikinya. Anda boleh saja merintis usaha dimana anda tidak memiliki keahlian dalam memproduksi produk tersebut (dalam hal ini anda harus merekrut karyawan atau bekerjasama dengan pihak lain), tapi disini setidaknya anda harus memiliki keahlian dalam manajemen, sehingga anda dapat mengelola bisnis tersebut.
Rasa Malas, Kurang Semangat, dan Kurang Percaya Diri
Wah, kalau masalah ini sering sekali dialami oleh pengusaha pemula yang cupu (sorry), ketika bisnis tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan, selalu mengalami kegagalan, mereka langsung patah semangat, kemudian malas dan kurang percaya diri dalam berinovasi. Ini sangat berbahaya sebenarnya, ketika anda mengalami kegagalan, disitulah anda sudah mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, dan pengalaman tersebut jelas dapat anda manfaatkan sebagai bahan pelajaran untuk memperbaiki strategi-strategi anda. Seperti pepatah mengatakan “hasil tidak pernah mengkhianati usaha”.
Itulah beberapa ulasan tentang cara mengatasi hambatan dan kendala dalam berwirausaha yang sering dialami oleh banyak pengusaha pemula. Semoga ulasan mengenai cara mengatasi hambatan dan kendala dalam berwirausaha diatas dapat membantu dan memecahkan masalah yang sedang anda alami. Saya berharap usaha dan bisnis yang anda rintis dapat sukses dan memberikan hasil seperti yang anda harap-harapkan selama ini. Sampai jumpa. Baca Juga : Tujuh-kunci-sukses-teamwork-dalam-bisnis


Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Komentar

POPULAR POST

Bagaimana Sikap Ulama Terhadap Kalimat Sufistik yang Melewati Batas?

Penjelasan ulama terhadap kalimat sufistik yang tampak melewati batas  Dalam khazanah tasawuf kita sering mendengar ucapan para sufi yang tampak melewati batas dan kadang bertentangan dengan kaidah umum keislaman seperti yang terkenal Abu Yazid Al-Busthami, Al-Hallaj, Ibnu Arabi, atau Al-Jili. Bagaimana pandangan ulama perihal ini? Terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Hamba Allah /Martapura) Jawaban Penanya yang budiman, semoga dirahmati Allah SWT.  Kalam-kalam yang tampak melewati batas itu bukan hanya dilontarkan oleh sufi, tetapi juga pernah oleh sahabat rasul seperti Sayyidina Umar, Sayyidah Aisyah, dan sahabat lainnya yang sebagian dikutip di sini. Sayyidina Umar pernah mengatakan, “Banjir Nuh dalam ratapanku seperti aliran air mata//Kobaran api Ibrahim seperti kepedihan hatiku yang terbakar oleh cinta. Kalau bukan embusan panjang napasku, niscaya aku tenggelam oleh air mata//tetapi sekiranya tanpa air mata, niscaya aku terbakar oleh napasku yang panas. Dukaku apa yan...

CIRI-CIRI WALI YANG MURSYID

Ciri-ciri dari seorang Mursyid yang Wali : Syarat lainya yang mutlak harus dimiliki seorang wali yang mursyid adalah mereka berpegang teguh pada Qu’ran dan Hadist tidak pernah meninggalkan syariah dan sunnah. Karena tak ada tariqah tanpa syariah, karena seumpama syariah adalah penerang untuk menjalani jalan tariqah agar tak tersesat dan menuju hakikat. Imam Malik, Imam Mazhab Maliki mengatakan Syariat tanpa tasawuf adalah zindik, dan tasawuf tanpa syariat adalah sesat. Dan salah satu ciri para wali  biasanya mereka tersembunyi, meskipun begitu mereka sangat terkenal diantara para kekasih Allah. Selama bermursyid dengan seorang yang wali anda akan menganggap kematian adalah sebuah anugerah dan hadiah dari Allah, tapi jika anda semakin takut mati maka carilah mursyid yang lain. Seorang yang wali dapat mengetahui dan menyembuhkan penyakit fisik dan jiwa muridnya. Bila mendengarkan ceramah dari Mursyid tasawuf yang Wali Allah, maka ia akan mendapatkan ilmu sekalig...

SALAH PILIH

Tak ada model negara Islam yang berhasil. Ketika sukses meruntuhkan rezim Pahlevi pada 1979, rakyat Iran memilih Islam sebagai dasar negara. Mereka mengganti bentuk negara yang semula kerajaan menjadi republik. Republik Islam Iran namanya. Tapi, setelah 40 tahun menjalaninya, terbukti bahwa pilihan ideologi Islam itu salah. Bukannya menjadi negara maju dan makmur, Iran malah menjadi negara yang dibenci dan dimusuhi banyak orang. Kini, negara itu bukan hanya dimusuhi negara lain, tapi juga dibenci rakyatnya sendiri. Gelombang protes terus membesar. Sudah lebih dari 50 orang tewas. Mereka bukan sekadar protes terhadap aturan jilbab, tapi juga meneriakkan kecaman pada rezim: "Mampuslah diktator!" Rakyat Iran sudah muak dengan perilaku rezim Islam yang tak memberikan kebahagiaan. Tapi, justru menghadirkan malapetaka bagi mereka. Baca Juga :  Satu-juta-tahun Iran adalah contoh negara Islam yang gagal. Seperti juga negara-negara Islam lain, Iran tak mampu menghadirkan apa yang mere...

TEKNIK TEKNIK DALAM KOMUNIKASI

Teknik-Teknik dalam Komunikasi Pendidikan Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah sebagai makhluk sosial, di antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik. Dalam hubungan seseorang dengan orang lain tentunya terjadinya proses komunikasi itu tentunya tidak terlepas dari tujuan yang menjadi topik atau pokok pembahasan, dan juga untuk tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi atau berita. Proses komunikasi akan efektif apabila komunikator melakukan perananya, sehingga terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan, di mana gagasangagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan, dan terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesua...

USIR KERAGUAN TERHADAP DIRI SENDIRI

Ada kalanya seorang pemimpin merasa dirinya tidak bisa dan tidak berguna untuk anak buah dan perusahaannya. Meragukan diri sendiri akan secara perlahan menumbuhkan keraguan bahwa perusahaan akan mampu untuk tumbuh besar. Jangan ragukan sedikitpun kemampuan diri kita dalam memimpin suatu perusahaan atau seseorang. Saat ada mereka yang memilih kita untuk menjadi seorang pemimpin, maka itu prestasi yang patut kita banggakan. Usir keraguan terhadap diri sendiri dengan memuji apa yang telah kita capai, tapi ingat jangan terlalu berlebihan. Jadikan ini sebagai prestasi untuk diri sendiri, dan untuk menumbuhkan semangat terhadap diri sendiri.  Keberhasilan seseorang ditentukan oleh seberapa kuat kemauannya untuk maju. Halangan dan rintangan akan selalu datang, karena hidup memang tidak pernah akan mulus selamanya. Banyak orang yang mundur dari usahanya mencapai kesuksesan karena terlalu banyak keraguan yang berputar-putar di otaknya. Dilansir dari Women's Health, berikut ini langkah...