SEJARAH BANI ISRAIL (Part 4) : ZIONIS DAN AMBISI PUNYA NEGARA SENDIRI SEJARAH BANI ISRAIL (Part 4) : ZIONIS DAN AMBISI PUNYA NEGARA SENDIRI - SUARA HARIAN OTO BEMO BERODA TIGA
Suara Harian Oto Bemo Beroda Tiga

Komunikasi, Media Ilmu & Pengetahuan Umum Blogging

Langsung ke konten utama

"OTO BEMO.. OTO BEMO.. BERODA TIGA .. TEMPAT BERHENTI.. DITENGAH TENGAH KOTA..PANGGIL NONA..PANGGIL NONA..NAIK KERETA..NONA BILANG..TIDAK PUNYA UANG.. JALAN KAKI SAJA"

SEJARAH BANI ISRAIL (Part 4) : ZIONIS DAN AMBISI PUNYA NEGARA SENDIRI

Apakah Yahudi sekarang, yang tinggal di Negara Israel, sebagian jadi zionis, masih bersambung nasab dengan Yahudi ketika wahyu turun? 

Yahudi menyerobot Palestina atas dasar klaim: mereka adalah pewaris sah Kerajaan David-Solomo (Dawud-Sulaiman). Mencaplok Palestina bukan penjajahan, tetapi pemulihan hak. Selama ribuan tahun mereka terusir, dijajah dan ditindas oleh bangsa Asyur, Babilonia, Yunani, Romawi, dan Romawi Kristen. Ketika kekuasaan Islam menjangkau Syam, Palestina ditundukkan oleh kaum Muslim pada 638 M. 

Beberapa abad berikutnya, Yahudi Semit hidup di bawah kekuasaan dinasti-dinasti Islam: Umayyah, Abbasiyah, Seljuk, Fathimiyah, Mamluk, dan Turki Usmani. Dinasti Usmaniyah menguasai Palestina selama dua abad (1516-1917). Sebagian Yahudi bertahan di Palestina. Sebagian lain, yang militan, memilih pindah ke Eropa daripada hidup di bawah kekuasaan Islam. Selama 200 tahun setelah penaklukan Islam, Yahudi migrasi massal.  

Gelombang migrasi berikutnya terjadi di awal abad ke-15. Mereka tinggal dan menetap di Eropa Timur, sebagian di Eropa Tengah. Jumlah mereka, di awal abad ke-20, mencapai delapan juta orang. Ini membuat orang Eropa cemas. Banyak mereka cakap dalam bisnis dan keuangan. Mereka mendominasi sektor-sektor okupansi strategis. Sentimen anti-Yahudi meluas. Ini dikenal sebagai sentimen anti-Semit. Hitler menjagal mereka. Jumlahnya, konon, mencapai 6 juta orang, dua pertiga dari total populasi Yahudi.  Turki Usmani, yang menguasai Palestina, bersekutu dengan Jerman dalam Perang Dunia I (1914-1918). 

Orang-orang Yahudi, yang dipersekusi di Eropa Timur dan Tengah, berpikir tentang tanah air dan rumah politik bagi seluruh bangsa Yahudi. Cita-cita mereka adalah nation-state bagi keturunan Israil. Mereka disebut Zionis. Zion adalah nama lain dari bukit Sion di Yerussalem. Zionis mengklaim sebagai pewaris sah tanah leluhur yang didirikan oleh King David (Nabi Dawud) di bukit Sion.  Dalam kecamuk perang, mereka melihat peluang. Meski sebagian besar masih tinggal di Jerman, mereka memilih memihak Inggris dan Perancis melawan Jerman. 

Di sisi lain, mereka mengincar Palestina, tanah yang diklaim sebagai tanah leluhur. Mereka berharap, kekalahan Jerman berarti kekalahan Turki Usmani. Artinya, Palestina lepas dari kontrol kekuasaan Islam. Jerman memang kalah. Turki Usmani melepaskan kontrol atas Palestina.  Tahun 1917, Inggris dan Perancis meneken perjanjian Sykes-Picot. Isinya desain mengkavling wilayah-wilayah bekas Turki Usmani. 

Rothschild, dedengkot komunitas Yahudi Inggris, melobi Menlu Inggris, Arthur James Balfour. Balfour setuju Yahudi punya national home. Dia merilis pernyataan pada 2 November 1917. Ini dikenal dengan Deklarasi Balfour. Isinya, Inggris setuju Palestina menjadi national home bagi bangsa Yahudi, asal tidak mengganggu hak warga non-Yahudi yang tinggal di Palestina. 

Dengan jaminan Inggris, warga Yahudi Eropa mulai hijrah ke Palestina. Dilaporkan, jumlahnya mencapai 90.000 sepanjang periode 1919-1926. Dengan uangnya yang banyak, agen-agen Zionis memborong tanah di Palestina, yang diperoleh dengan jual-beli dari para tuan tanah Arab. Ini pelajaran bagi semua. Soal tanah, jangan hanya berpikir soal duit. Ini terjadi di Palestina. Yahudi masuk pertama kali secara ‘legal’. Mereka beli tanah dari para bohir. Setelah kuat, tanah-tanah mereka kuasai, mereka memproklamasikan kemerdekaan pada 1948. Mereka mulai mengambil tanah dengan cara paksa. Dari minoritas, Yahudi menjadi mayoritas. 

Mereka mulai berbuat suka-suka.  Pada 1956, mereka mencaplok Semenanjung Sinai. Pada 1967, Israel dikeroyok negara-negara Arab dalam Perang Enam Hari. Mereka menang telak. Israel merebut Yerussalem Timur dan Tepi Barat dari Yordania. Mereka mengambil Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Mereka merebut Jalur Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir. Israel makin eksis. Para pemimpin Arab tidak kompak. Pada Perang Yom Kippur 1973, koalisi negara-negara Arab kalah lagi, meski tidak telak. Setelah itu, mereka bersedia berunding dengan Palestina. 

Sebagian negara-negara Arab telah mengakui kedaulatan Israel. Turki jadi yang pertama (1949), disusul Mesir (1979), Yordania (1994), UEA (2020), Bahrain (2020), Sudan (2020), dan Maroko (2020). Arab Saudi malu-malu, tapi MBS (Mohamad Bin Salman) meneken perjanjian dengan Israel untuk memojokkan Iran. Di muka Parlemen Eropa pada Februari 2018, Menlu Arab Saudi, Adel Jubeir, menyebut Hamas sebagai gerakan ekstremis (الحركة المتطرفة). Sebelumnya, pejabat kedutaan Arab Saudi menyebut Hamas sebagai « منظمة إرهابية » alias organisasi teroris. 

Pusing kan? Sekarang kita bahas klaim Zionis sebagai pewaris sah tanah leluhur. Mereka mencaplok Palestina dengan mandat historis dan teologis. Leluhur mereka dari sana. Dan Tuhan telah menjanjikan Palestina sebagai tanah yang dijanjikan. Betulkah Yahudi sekarang masih keturunan asli Israel? Ada dua teori. 

  • Teori pertama, Yahudi yang migrasi ke Eropa, terutama ke Polandia dan Jerman, yang kemudian dibantai Hitler, adalah keturunan asli Timur Tengah. Darah mereka betul-betul Semitis, dari Kanaan. Teori ini disebut sebagai Rhineland.  
  • Teori kedua bilang, Yahudi yang migrasi ke Eropa tidak keturunan asli Semit. Mereka adalah bangsa Khazar, suku nomaden di Turki, yang beralih ke Yudaisme pada abad awal ke-8 M. Mereka mendirikan Kerajaan di Kaukasus Utara, di sepanjang Laut Kaspia. Pada akhir abad ke-10, kerajaan mereka runtuh. Mereka lari ke Eropa Timur. Menurut teori kedua, Yahudi di Eropa Timur bukan berdarah Israel. Mereka menjadi Yahudi karena mengikuti Yudaisme. 

Teori ini dibenarkan oleh Eran Elhaik, akademisi dari Johns Hopkins University. Riset Elhaik dimuat dalam jurnal bergengsi terbitan Oxford, Genome Biology and Evolution, berjudul “The Missing Link of Jewish European Ancestry: Contrasting the Rhineland and the Khazarian Hypotheses,” 5 (1): 61–74. 

Inti temuan Elhaik adalah sanggahan terhadap tesis darah Yahudi Eropa sebagai keturunan asli Kanaan, sebagaimana dikemukakan teori Rhineland. Baca Juga : Mencolok-dengan-com-coba-domain-tingkat

Mereka sebenarnya adalah bangsa Khazar—konfederasi suku Slavia, Scythian, Hunnic-Bulgaria, Iran, Alans, dan Turki—yang memeluk Yudaisme. Merekalah yang dibantai Hitler, dan—karena memeluk Yudaisme—mereka membayangkan balik ke Palestina sebagai tanah leluhur.  Jika temuan Elhaik valid, kita bisa menyimpulkan: punggawa-punggawa Zionis yang mendirikan Negara Israel bukanlah Bani Israil dalam pengertian biologis. Mereka mengklaim sebagai Bani Israil karena memeluk Yudaisme. 

Dalam bahasa populer sekarang, mereka bukan anak biologis Yehuda, tetapi anak ideologisnya. Dengan demikian, sebenarnya, mereka tidak bisa ngotot sebagai pewaris sah Kerajaan David-Solomo. Wallahu A’lam. Selesai



Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Komentar

POPULAR POST

BUDAYA KERJA JEPANG MERUPAKAN KESATUAN DALAM KELOMPOK

Jepang terkenal dengan kerja kerasnya dan kerja lemburnya. Semua orang tau itu. Tapi tak banyak yang tahu kalau budaya kerja Jepang itu “Ndeso”. “Ndeso” berarti “kampungan” seperti yang kita tahu, tapi bukan itu yang saya maksud. Dalam budaya kerja Jepang, “Ndeso” berarti berpikir seperti penduduk desa. Seorang pekerja Jepang akan merasa kantornya seperti desa, penduduknya saling gotong royong membangun lingkungannya. Ini adalah sebuah pemikiran ala Jepang, budaya kerja unik yang hanya ada di negeri sakura ini. Pemikiran “Ndeso” ini dikenal dengan istilah “Village Relationship” atau muranogurupu ( 「ムラ」のグループ ), yang jadi basis Jepang berpikir secara kelompok. 1. Society built on “place” relationship Ada seorang anak baru di kantor, anggap saja namanya Budi. Sebelum bergabung, Budi sempat kerja di perusahaan Indonesia. Ia orang yang super dan hebat, pemikir ulung dan kreatif, kariernya menanjak cepat sekali. Ia merasa seperti star employee saking hebatnya, semua orang mengenalnya...

TIPS MERAIH SUKSES BEBAS FINANSIAL

Tips Meraih Sukses Bebas Finansial Belum tentu orang yang sangat kaya merasakan kebebasan finansial. Bisa jadi, dia malah merasa tertekan untuk terus mengumpulkan uang demi mempertahankan gaya hidupnya. Kemudian timbul pertanyaan, apakah kebebasan finansial yang sesungguhnya? Kebebasan finansial adalah ketika Anda tahu bahwa uang yang Anda miliki cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Maka dari itu melalui tulisan ini kami akan ungkapkan, Teknik Meraih Sukses Bebas Finansial yang bisa Pembaca lakukan, yaitu: 1. Pengeluaran harus lebih rendah dibanding pemasukan Jangan hidup di luar kemampuan Anda. Lazimnya, 30 persen dari penghasilan Anda harus ditabung dan sisanya dipergunakan untuk keperluan sehari-hari. Jika ini berarti Anda harus hidup sederhana, tidak mengapa.  Berutang untuk memenuhi hasrat konsumtif malah akan membebani hidup Anda, karena semua utang ataupun kredit tidak terlepas dari yang namanya bunga. 2. Milikilah rencana, dan buatlah s...

UANG GAJI SERING HABIS PERCUMA !!! LAKUKAN 4 TIPS INI AGAR TIDAK BOROS

Uang Gaji Sering Habis Percuma? Lakukan 4 Tips Ini Agar Tidak Boros Terkadang kita sebagai seorang karyawan dari sebuah perusahaan besar yang gaji nya lumayan besar, sering kali tidak menyadari kemana perginya uang gajian kita? Padahal gaji nya cukup besar, tapi benar-benar tidak terasa cepat habisnya. Itu adalah sebuah momen yang sering kita alami bahkan sepertinya sudah menjadi sebuah slogan umum “gaji besar, pengeluaran lebih besar”. Itu adalah slogan yang sangat tepat menurut saya . Saya, Anda, ataupun yang lainnya, pasti menginginkan uang gaji nya selalu lebih hingga menjelang hari gajian kembali. Tapi sayangnya itu adalah sebuah hal yang sudah sering menjadi mitos, bahkan sampai benar-benar tidak akan pernah terjadi, karena pengeluaran kita yang tidak terkontrol. Jikalau tau cara agar gaji selalu lebih, mungkin itu adalah hal yang sangat menyenangkan, dan mungkin kita bisa menabung secara konsisten. Ya, konsisten. Dan melalui postingan kali ini, saya mencoba berbagi t...

EMPAT MATERI LEADERSHIP YANG WAJIB DIMILIKI MANAGER ANDA

Pelatihan kepemimpinan dalam sebuah perusahaan atau yang lebih banyak dikenal dengan istilah training leadership ini menjadi tonggak penting kepemimpinan perusahaan. Setiap perusahaan pasti selalu membutuhkan pergantian kepemimpinan  yang memiliki kompetensi lebih baik atau paling tidak sama dengan pemimpin sebelumnya. Untuk itulah diadakan pelatihan dengan materi leadership yang kuat agar calon pemimpin ini bisa terarah dengan baik. Kepemimpinan menjadi salah satu seni yang cukup sulit dilakukan bagi sebagian orang. Mereka harus menyempurnakan diri sebagai seseorang yang bijaksana, tegas, berani mengambil keputusan, bisa mengayomi anak buahnya dan lain sebagainya. Belajar dari pengalaman saja tidak cukup, para pemimpin ini wajib mendapatkan materi leadership yang sesuai dengan karakteristik anggota yang dipimpinnya. Pada dasarnya setiap training leadership pasti memiliki patokan dasar materi atau materi utama yang dikhususkan untuk membentuk jiwa kepemimpinan pesertanya...

TUJUH KUNCI SUKSES TEAMWORK DALAM BISNIS

Teamwork Sukses sebagai Kunci Kesuksesan Bisnis Ada kunci dalam suatu teamwork yang memegang peranan yang sangat vital supaya menjadi teamwork sukses di dalam proses keterkaitan dan keterikatan setiap anggotanya. Tanpa kerja sama yang benar dari semua anggota, sangat mustahil organisasi akan menjadi langgeng dan mencapai sukses. Berikut beberapa kunci sukses dalam suatu teamwork, antara lain : 1. Komitmen Penuh Komitmen merupakan suatu tekad yang kuat untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai dalam organisasi. Komitmen dapat dijadikan sebagai pembuka untuk awal dari kerja sama, sekaligus sebuah penutup untuk mencapai tujuan. Dengan komitmen yang penuh, semua anggota akan berupaya dalam memberikan kontribusi yang terbaik dan sekuat tenaga demi mewujudkan kejayaan bersama. 2. Empati dan Mendengarkan Kemampuan dalam bersikap empati terhadap anggota yang lain dan mendengarkan semua pendapat merupakan awal dari komunikasi yang benar. Seorang pemimpin dapat memberikan p...