ABU NAWAS DAN PESTA YAHUDI ABU NAWAS DAN PESTA YAHUDI - SUARA HARIAN OTO BEMO BERODA TIGA
Suara Harian Oto Bemo Beroda Tiga

Komunikasi, Media Ilmu & Pengetahuan Umum Blogging

Langsung ke konten utama

"OTO BEMO.. OTO BEMO.. BERODA TIGA .. TEMPAT BERHENTI.. DITENGAH TENGAH KOTA..PANGGIL NONA..PANGGIL NONA..NAIK KERETA..NONA BILANG..TIDAK PUNYA UANG.. JALAN KAKI SAJA"

ABU NAWAS DAN PESTA YAHUDI

Abu Nawas dan Pesta Yahudi
Suatu hari Abu Nawas singgah di rumah kenalannya, seorang Yahudi. Di sana sedang berlangsung permainan musik. Banyak yang menonton sehingga susananya meriah. Semua tamu yang datang terlibat dalam permainan musik itu, termasuk Abu Nawas yang baru saja masuk, ada yang main kecapi, ada yang menari-nari, semua bersuka ria. Demikian asyiknya permainan itu sampai menguras tenaga, karena makan waktu cukup lama.

Dan ketika para tamu sudah pada kehausan, tuan rumah mengedarkan kopi kepada para hadirin. Masing-masing mendapat secangkir kopi. Ketika Abu Nawas hendak menghirup kopi itu, ia ditampar oleh si Yahudi. Namun karena larut dalam kegembiraan, hal itu tidak ia hiraukan, dan diangkatnya lagi cangkirnya, tapi lagi-lagi ia ditampar. Ternyata tamparan yang diterima Abu Nawas malam itu cukup banyak sampai acara selesai sekitar pukul dua dini hari.

Di jalan, baru terpikir oleh Abu Nawas, “Jahat benar perangai Yahudi itu, main tampar aja. Minumnya seperti binatang. Kelakuan seperti itu tidak boleh dibiarkan berlangsung di Bagdad. Tapi apa dayaku hendak melarangnya? Ah, ada satu akal.”

Esok harinya Abu Nawas menghadap Khalifah Harun Al-Rasyid di Istana. “Tuanku, ternyata di negeri tuan ini ada suatu permainan yang belum pernah hamba kenal, sangat aneh.”

“Di mana tempatnya?, tanya baginda Khalifah.

“Di tepi Hutan sana.” “Mari kita alihat,” ajak Baginda. “baik, Kata Abu Nawas. “Nanti malam kita pergi berdua saja, dan tuanku memakai pakaian santri.”

“Tapi ingat.” Kata Baginda, “Kamu jangan mempermainkan aku seperti dulu lagi.”

Setelah shalat Isya, berangkatlah baginda ke rumah Yahudi itu di temani Abu Nawas. Ketika sampai di sana kebetulan si Yahudi sedang asyik bermain musik bersama teman-temannya, maka baginda pun dipersilahkan duduk. Ketika diminta menari, baginda menolak, sehingga ia dipaksa dan ditampar pipinya kiri-kanan.

Sampai disitu Baginda baru sadar, ia telah dipermainkan Abu Nawas. Tapi apa daya, ia tidak mampu melawan orang sebanyak itu. Maka menarilah baginda sampai peluh membasahi badannya yang gemuk itu. Setelah itu barulah di edarkan kopi kepada semua tamu, melihat hal itu Abu Nawas keluar dari ruangan dengan alasan akan kencing, padahal ia langsung pulang.

“Biar baginda merasakan sendiri peristiwa itu, karena salahnya sendiri tidak pernah mengetahui keadaan rakyatnya dan hanya percaya kepada laporan para mentri, “Pikir Abu Nawas.”

Tatkala hendak mengangkat cangkir kopi ke mulutnya, baginda di tampar oleh Yahudi itu. Ketika ia hendak mengangkat lagi cangkir dengan piringnya, ia pun kena tampar lagi. Baginda diam saja, kemudian dilihatnya Yahudi itu minum seperti binatang: menghirup sambil ketawa-ketawa.

“Apa boleh buat,” pikir baginda, “Aku seorang diri, dan tak mungkin melawan Yahudi sebanyak itu.” Larut malam Baginda pulang ke Istana berjalan kaki seorang diri dengan hati yang amat dongkol. Ia merasa dipermainakan oleh Abu Nawas, dan dipermalukan didepan orang banyak. “Alangkah kasihan diriku,” gumamnya.

Pagi harinya, bagitu bangun tidur, Khalifah Harun Al-Rasyid memerintahkan seorang pelayan Istana untuk memanggil Abu Nawas.

“Hai Abu Nawas, baik sekali perbuatanmu malam tadi, terima kasih kamu masukkan aku ke rumah Yahudi itu dan kamu tinggal aku seorang diri, sementara aku dipermalukan seperti itu,” kata Baginda.

“Mohon ampun, ya Baginda,” jawab Abu Nawas. “Malam sebelumnya hamba telah mendapat perlakuan yang sama seperti itu. Apabila hal itu hamba laporkan secara jujur, pasti baginda tidak akan percaya. Maka hamba bawa baginda kesana agar mengetahui dengan mata kepala sendiri perilaku rakyat yang tidak senonoh seperti itu.”
Baginda tidak dapat membantah ucapan Abu Nawas, lalu disuruhnya beberpa pengawal memanggil si Yahudi.
“Hai, Yahudi, apa sebab kamu menampar aku tadi malam,” baginda bertanya dengan sengit. “darimana kamu memperoleh cara minum seperti hewan?”

“Ya tuanku Syah Alam …” jawab si Yahudi. “sesungguhnya hamba tidak tahu akan Duli Syah Alam, jika sekiranya hamba tahu, masa hamba berbuat seperti itu? Sebab itu hamba mohon ampun yang sebesar-besarnya.”

“Sekarang terimalah pembalasanku,” kata Baginda. Yahudi itu dimasukkan kedalam penjara. Dan sejak itu di haramkan orang bermain serta minum seperti binatang. Mereka yang melanggar larangan itu di hukum berat. Baca Juga : Imam-ghazali-40-jilid-kitabnya-musnah


Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Komentar

POPULAR POST

LIMA CARA SUKSES JUALAN ONLINE TANPA MODAL UNTUK PEMULA

5 Cara Sukses Jualan Online Tanpa Modal Untuk Pemula Jualan online kini tengah menjadi salah satu alternatif usaha yang bisa dilakukan dengan modal kecil dan omzet yang tidak main-main. Oleh karena itu sekarang ini banyak sekali orang yang terjun ke dunia bisnis online dan menekuninya dengan serius. Bukan hanya menjadi salah satu alternatif usaha, tetapi karena perubahan zaman yang cepat, orang-orang yang melakukan bisnis offline mau tidak mau harus terjun ke bisnis online agar tidak tersingkirkan oleh perubahan zaman. Berikut  adalah beberapa tips untuk meledakkan toko online Anda. 1. Tentukan Niche dan Produk Anda Hal pertama yang harus diperhatikan jika ingin memulai bisnis sebagai penjual online adalah menentukan apa produk dan niche market yang akan Anda tawarkan. Anda harus melakukan riset terlebih dahulu sebelum terjun ke dunia jual beli online. Anda dapat melakukan riset dengan bertanya langsung ke orang-orang di sekitar Anda, membuat kuesioner dan membu...

BIOGRAFI TITO KARNAVIAN : KABINET INDONESIA MAJU JABATAN MENTERI DALAM NEGERI

Profil dan Biografi Tito Karnavian. Saat ini dikenal sebagai Menteri Dalam Negeri di era pemerintahan Joko Widodo dalam kabinet kerja jilid II. Sebelumnya ia lama menjabat sebagai Kapolri. Di kepolisian, ia dikenal memiliki segudang prestasi dalam bidang penanggulangan terorisme di Indonesia. Berikut Biografi, profil dan biodata Tito Karnavian. Daftar Isi Biodata Tito Karnavian Biografi Tito Karnavian - Profil dan Biodata Lengkap Kapolri  Nama Lengkap : Muhammad Tito Karnavian Lahir : Palembang, Sumatera Utara, 26 oktober 1964 Orang Tua : H Achmad Saleh (ayah), Hj Kardiah (ibu) Saudara : Iwan Dakota, Donny Akbar, Dian Marelia, Fifa Argentina, Diah Natalisa Istri : Tri Suswati Anak : Via, Opan, Angga Agama : Islam Pangkat : Jenderal Polisi Bintang Empat Biografi Tito Karnavian Beliau dilahirkan dengan nama lengkap Muhammad Tito Karnavian pada tanggal 26 oktober 1964 di Palembang, Sumatera Utara. Ayahnya bernama H Achmad Saleh dan ibunya bernama Hj...

PEDOMAN UNTUK MENJALANKAN ALAT INSPEKSI URL GUNA MELIHAT STATUS INDEKS URL SAAT INI

Memahami hasil: Pengujian langsung Catatan penting: Ini adalah pengujian langsung. Alat ini mengambil dan memeriksa URL secara real time. Informasi yang ditampilkan dalam pengujian langsung dapat berbeda dari URL yang diindeks karena alasan yang dijelaskan di bawah ini. Pengujian langsung tidak memeriksa keberadaan URL di peta situs atau halaman perujuk apa pun. Status Dapat diindeks pada URL aktif dapat berbeda dengan status Cakupan indeks pada URL yang sudah diindeks karena alasan berikut: Anda telah mengubah atau memperbaiki sesuatu pada URL aktif, seperti menghapus (atau menambahkan) tag noindex atau blok robots.txt, dan perubahan itu belum diindeks. Periksa perbedaan pada Pengujian Diindeks dan Langsung, atau periksa histori versi halaman di situs Anda untuk menemukan perbedaan antara versi yang sudah diindeks dan versi langsung. Pengujian langsung tidak mendukung semua status indeks dalam versi yang sudah diindeks. Beberapa status dalam versi yang diindeks tidak diuji atau tidak ...

KAUM ANTI SESAJEN

Dulu, di Sumatera Barat, kaum Muslim terbelah dua antara mereka yang ingin mempertahankan tradisi lokal dan mereka yang ingin menghancurkannya. Kelompok pertama disebut "Kaum Tua", sedangkan kelompok kedua disebut "Kaum Muda." Fenomena itu tak hanya terjadi di Minangkabau. Di pulau Jawa, kaum tua dan kaum muda juga ada, dan mereka bersitegang. Di Yogyakarta, kaum muda mendirikan perkumpulan dan mereka memberi nama "Muhammadiyah" artinya pengikut Nabi Muhammad. Salah satu kegiatan rutin kaum muda adalah merazia sesajen yang biasanya dilakukan oleh kaum tua. Jika ada sesajen, mereka langsung menendangnya, sambil teriak "allahu akbar" atau "astaghfirullah." Mereka beranggapan bahwa sesajen itu musyrik. Ketika kecil, saya masih melihat sesajen di bawah pohon besar di kampung kami, di pinggiran Jakarta. Dulu, kami tidak menendangnya, tapi mengambil beberapa makanan di sesajian itu. Biasanya pisang lampung dan kueh lapis, untuk kami makan sec...

BENTUK BENTUK KOMUNIKASI

Komunikasi  sebagai proses memiliki bentuk : Bentuk Komunikasi dan Komunikasi langsung. Komunikasi langsung tanpa menggunakan alat. Komunikasi berbentuk kata-kata,  gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat, misalnya kita  berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita. Komunikasi tidak langsung Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah  penerima  penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan  geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dan lain lain. Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya Bentuk komunikasi berdasarkan  besarnya sasaran : Komunikasi massa : yaitu komunikasi  dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal. Komunikasi masa yang baik  harus : Pesan disusun  dengan jelas, tidak rumit  dan tidak bertele-tele ; Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami ; Bentuk gambar yang baik ; Membentuk ke...