MENGASAH KOMPETENSI DAN KETRAMPILAN MENJADIKAN SESEORANG AHLI DAN PROFESIONAL MENGASAH KOMPETENSI DAN KETRAMPILAN MENJADIKAN SESEORANG AHLI DAN PROFESIONAL - SUARA HARIAN OTO BEMO BERODA TIGA
Suara Harian Oto Bemo Beroda Tiga

Komunikasi, Media Ilmu & Pengetahuan Umum Blogging

Langsung ke konten utama

"OTO BEMO.. OTO BEMO.. BERODA TIGA .. TEMPAT BERHENTI.. DITENGAH TENGAH KOTA..PANGGIL NONA..PANGGIL NONA..NAIK KERETA..NONA BILANG..TIDAK PUNYA UANG.. JALAN KAKI SAJA"

MENGASAH KOMPETENSI DAN KETRAMPILAN MENJADIKAN SESEORANG AHLI DAN PROFESIONAL

Kemampuan orang satu dengan yang lain tentu berbeda. Namun demikian, orang yang mampu serta mempunyai keterampilan diri sehingga menjadi ahli dan professional dapat dicapai. Caranya ialah menerapkan beberapa langkah berikut.

a.            Mengembangkan keahlian (Expert)
Pendidikan dan pengalaman kerja yang dimiliki akan mampu menciptakan seseorang yang profesional. Keahlian ibarat mata pisau. Jika dibiarkan (tidak diasah) maka ketajamannya akan berkurang. Sebaliknya, apabila semakin diasah maka akan menjadi kian tajam. Anda harus menggali potensi dan kemampuan serta mengembangkannya sampai menjadi ahli.

Fokuslah pada kekuatan, bukan pada kelemahan anda. Lakukan eksplorasi (organisasi sebagai sarana). Sadari setiap diri mempunyai keunikan dan kekhususan. Jadi, anda perlu menginvestasikan waktu untuk mengembangkannya. Hal ini tentu membutuhkan ketekunan, usaha, kerja keras, kemauan yang kuat, serta inisiatif. Tingkatkan pemahaman anda secara kontinu melalui mengikuti seminar, membaca buku, mendengarkan audio, serta berlatih.

b.            Mahir membangun hubungan ( Relationship)
Sebagai makhluk social, anda tentu butuh berintegrasi dengan sesama manusia. Maka, secara otomatis dibutuhkan kemampuan membangun hubungan (bersosialisasi) dengan orang lain. Hal tersebut sekaligus sangat menentukan keberhasilan anda dalam kehidupan.

c.            Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
Tingkat kemampuan berkomunikasi seorang pekerja termasuk salah satu kunci untuk mematangkan keterampilan diri serta meneguhkan profesionalisme kerja. Kemampuan berkomunikasi adalah pengukur sejauh mana dan seberapa dalam daya seorang pekerja dalam menjalin sebuah hubungan. Setiap hubungan pekerjaan atau bisnis professional akan ditentukan pula oleh komunikasi yang baik dan efektif.

d.            Sportif, professional, dan inovatif
Seorang pekerja professional harus memiliki semangat berkompetisi secara sportif, professional, serta hasil karya yang inovatif. Bila perlu, anda sebagai pekerja harus melahirkan sebuah karya inovatif yang terbaik (excellent product). Karya yang dihasilkan akan menjadi medium penilaian terhadap kualitas hidup anda sebagai seorang pekerja professional. Dalam dunia wirausaha, seorang pekerja professional senantiasa berusaha keras menghasilkan karya dengan kualitas tinggi.

e.            Berpenampilan menarik
Sebagaimana telah dibahas blog oto bemo beroda tiga sebelumnya. Berpenampilan menarik (good looking) tidak harus mahal. Cukup dengan berpenampilan sederhana mungkin, anda boleh jadi dapat menarik perhatian orang lain. Berpenampillah menarik bergantung pada bagaimana anda mampu menunnjukkan inner beauty dari dalam diri sebagai seorang pekerja profesional yang bermental juara.

f.             Memiliki kehidupan yang seimbang (balance of life)
Seorang individu tidak berdiri sendiri. Ia memiliki peran yang harus diperhatikan, baik sebagai anak, ayah, ibu, karyawan, ataupun pimpinan. Seorang professional harus mampu mengatur prioritas dan menjalankan berbagai peran. Anda harus dapat menjelaskan setiap fungsi secara benar sesuai dengan peran yang dijalankan. Jangan sampai peran anda tercampur aduk. Ingatlah bahwa hidup ini harus dijaga agar seimbang dalam berbagai aspek.

g.            Memiliki nilai moral yang tinggi (strong value)
Moral yang tinggi berbanding lurus dengan tingkah laku sesuai dengan ajaran luhur agama, nilai, ataupun budaya. Untuk menjadi seorang professional sejati, anda harus memiliki nilai moral yang tinggi. Hal ini yang akan membedakan setiap kinerja, usaha, karya, dan kegiatan yang anda lakukan dengan orang lain. Tidak ada kata kompromi untuk menerapkan nilai-nilai yang tidak etis.

Dengan mengetahui, memahami, serta menerapkan ketujuh langkah tersebut, anda dapat mengasah kompetensi dan keterampilan diri sehingga menjadi ahli dan professional. Selanjutnya, anda akan tampil sebagai pekerja professional yang memiliki integritas tinggi. Sebab, di dalam diri anda telah tertanam mental juara dan berjiwa kesatria. Dengan kata lain, sesuatu yang muncul di permukaan ialah citra positif tentang diri anda.

Ciri-ciri profesionalisme:
1.     Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
2.     Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
3.     Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
4.     Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.
Tiga Watak Kerja Profesionalisme
1.     Kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil
2.     Kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat.
3.     Kerja seorang profesional –diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral– harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama di dalam sebuah organisasi profesi.
4.     Menurut Harris [1995] ruang gerak seorang profesional ini akan diatur melalui etika profesi yang distandarkan dalam bentuk kode etik profesi. Pelanggaran terhadap kode etik profesi bisa dalam berbagai bentuk, meskipun dalam praktek yang umum dijumpai akan mencakup dua kasus utama, yaitu:
a. Pelanggaran terhadap perbuatan yang tidak mencerminkan respek terhadap nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh profesi itu. Memperdagangkan jasa atau membeda-bedakan pelayanan jasa atas dasar keinginan untuk mendapatkan keuntungan uang yang berkelebihan ataupun kekuasaan merupakan perbuatan yang sering dianggap melanggar kode etik profesi dan.
b. Pelanggaran terhadap perbuatan pelayanan jasa profesi yang kurang mencerminkan kualitas keahlian yang sulit atau kurang dapat dipertanggung-jawabkan menurut standar maupun kriteria profesional. TEGAS DAN CEPAT MENGAMBIL KEPUTUSAN


Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Komentar

POPULAR POST

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA KE 3

BIOGRAFI JUSUF HABIBIE MASA JABATAN  21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999 Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie m...

TUJUAN KOMUNIKASI VERBAL

TUJUAN KOMUNIKASI VERBAL :  Komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan secara langsung bertatap   muka antara komunikator dengan komunikan, seperti berpidato atau ceramah.   Selain itu juga, komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan  menggunakan media, contoh seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon.  Sedangkan komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak   langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi   dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik   dan lain-lain. Adapun tujuan menggunakannya komunikasi verbal (lisan dan tulisan) antara   lain : Penyampaian penjelasan, pemberitahuan, arahan dan lain sebagainya, Presentasi penjualan dihadapan para audien, Penyelenggaraan rapat, Wawancara dengan orang lain, Pemasaran melalui telepon, dan sebagainya. Baca juga  Praktek-komunikasi-verbal

TIGA TRIK RAHASIA MENJADI PEMIMPIN YANG DISEGANI

Gunakan kompetitor sebagai motivator Kompetitor bisa jadi adalah teman terbaik Anda. Ya, mereka bisa menjadi  acuan dalam bekerja. Biarkan staf Anda melihat ‘keluar’ dan tahu bagaimana  kompetitor bekerja serta memenuhi target agar terpacu untuk bekerja  melebihi mereka. Mempublikasi permintaan maaf Mungkin sebagian pemimpin enggan untuk meminta maaf apabila melakukan  kesalahan. Permintaan maaf sangatlah kuat mengundang empati dan menunjukkan  pertanggungjawaban. Untuk itu, jangan segan meminta maaf setidaknya kepada  staf-staf ahli yang Anda bawahi. Mintalah bantuan kecil Semua orang dalam tim tentu ingin merasa dibutuhkan. Untuk itu, jangan  segan untuk turun ke bawah mendekati karyawan meski hanya bantuan-bantuan  kecil. Ini akan membuat mereka merasa dekat dengan atasannya. Cara ini  sangat ampuh dalam meningkatkan hubungan dengan rekan kerja Anda. Itulah tiga rahasia bagaimana cara menjadi pemimpin yang disegani ole...

CARA USAHA KECIL KECILAN YANG COCOK UNTUK PELAJAR DAN MAHASISWA

Usaha Kecil Kecilan yang Cocok untuk Pelajar/Mahasiswa Pelajar atau mahasiswa pada dasarnya masih memiliki tanggung jawab utama untuk belajar dan meningkatkan kemampuan atau keahlianya. Namun saat ini, pelajar atau mahasiswa juga dituntut untuk memiliki jiwa wirausaha. Menjadi enterpreneur lebih dini adalah hal yang lebih, persoalannya adalah bagaimana menjadi wirausaha yang tidak mengganggu kegiatan utamanya sebagai seorang pelajar atau mahasiswa.  Pelajar atau mahasiswa saat ini merupakan generasi digital yang sudah tidak asing lagi dengan perkembangan teknologi. Teknologi memberikan dukungan yang luar biasa terhadap perkembangan dunia usaha. Hal ini menjadi sangat bagus jika seorang pelajar atau mahasiswa memulai usaha dengan memanfaatkan sumberdaya teknologi. Apapun jenis usahanya akan menjadi lebih cepat berkembang jika didukung dengan teknologi. Ada beberapa jenis usaha yang cocok untuk para pelajar atau mahasiswa. Bisnis pulsa elektronik Pelajar atau mahas...

CARA MELAKUKAN KADERISASI DENGAN MEMILIH KARYAWAN TERBAIK

CARA MELAKUKAN KADERISASI DENGAN MEMILIH KARYAWAN TERBAIK Salah satu hal yang sulit di dalam sebuah usaha adalah mencari karyawan yang sesuai dengan keinginan atau kriteria Anda yang tentunya berkualitas dan mampu dalam menjalankan tugasnya. Mencari orang yang tepat membutuhkan sebuah konsentrasi yang cukup tinggi dan juga pengalaman yang banyak. Ketika usaha Anda masih baru, tetapi permintaan pasar semakin besar maka Anda pasti membutuhkan beberapa karyawan. Oleh karena itu ada beberapa langkah dan cara melakukan kaderisasi yang dapat Anda gunakan untuk mempermudah di dalam mendapatkan karyawan yang berkualitas sesuai dengan keinginan dan kriteria, antara lain sebagai berikut : Menentukan kualifikasi Sebelum mencari karyawan, Anda harus menentukan sebuah kualifikasi terlebih dahulu atau dengan cara melakukan kaderisasi. Karena pada setiap posisi di dalam usaha tentu membutuhkan seseorang dengan kualitas tertentu. Contohnya pada saat Anda mencari marketing, maka harus me...